Pusat
sumber belajar merupakan wahana belajar atau laboratorium belajar dalam arti
luas. PSB merupakan tempat yang memberikan fasilitas belajar manusia (baik
masyarakat umum maupun mahasiswa sekolah) dengan memanfaatkan sumber-sumber
belajar secara optimal melalui fungsi pengembangan dan pengelolaan.
Pusat
sumber belajar khususnya di sekolah adalah salah satu cara agar proses
pembelajaran yang dilaksanakan dapat berjalan efektif dan efisien, artinya
dengan pengadaan pusat sumber belajar, siswa atau peserta didik mampu dengan
mudah mengakses berbagai macam informasi yang mereka butuhkan untuk keperluan
pembelajaran.
Namun
dalam pelaksanaanya, pemberdayaan pusat sumber belajar tidak bisa dilakukan
dengan metode yang tanpa arah dan tujuan. Agar pusat sumber belajar yang ada di
sekolah tersebut dapat berjalan optimal, maka salah satunya dibutuhkan suatu
pengembangan terhadap fisik (berbicara tentang sarana dan prasarana) dan
non-fisik (konten dan fungsi) dari pusat sumber belajar tersebut. Maka di sini
kami sedikitnya akan membahas terkait pengembangan pusat sumber belajar,
khususnya yang ada di lembaga pendidikan (sekolah)
Berdasarkan latar belakang diatas didapat rumusan
masalah sebagai berikut:
1. Apakah
yang dimaksud dengan pengembangan PSB?
2. Bagaimana
langkah-langkah dalam pengembangan PSB?
3. Apa
saja yang didapatkan dari pengembangan PSB?
4. Bagaimana
pengembangan PSB untuk peningkatan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran
PAI?
Diharapkan
dari penulisan ini para pembaca dapat:
1. Mengetahui
pengertian pengembangan PSB.
2. Memahami
langkah-langkah pengembangan PSB.
3. Apa
saja manfaat yang didapatkan dari pengembangan PSB.
4. Bagaimana
pengembangan PSB untuk peningkatan kualitas pembelajaran pada mata pelajaran
PAI.
2.1.Pusat Sumber Belajar
Pusat
Sumber Belajar adalah suatu unit dalam
suatu lembaga (khususnya sekolah/universitas) yang berperan mendorong
efektifitas serta optimalisasi proses pembelajaran melalui penyelenggaraan
berbagai fungsi yang meliputi fungsi layanan (layanan sumber belajar,
pelatihan, konsultansi pembelajaran, dll), fungsi pengadaan/pengembangan,
fungsi penelitian dan pengembangan, dll (Pustekkom).
Pusat Sumber Belajar dalam bahasa Inggris resources
centre atau learning
resources centre adalah suatu unit dalam suatu lembaga
(khususnya sekolah/universitas/perusahaan) yang berperan
mendorong efektifitas
serta optimalisasi proses pembelajaran melalui penyelenggaraan
berbagai fungsi yang meliputi fungsi layanan (seperti layanan media, pelatihan,
konsultansi pembelajaran, dan lain-lain), fungsi pengadaan/pengembangan
(produksi) media pembelajaran, fungsi penelitian dan pengembangan, dan fungsi
lain yang relevan untuk peningkatan efektifitas dan efisiensi pembelajaran.
Sedangkan menurut Percival dan Ellington (1984) dalam Indriyati, pusat sumber
belajar adalah segala bentuk dan rumah sampai dengan bangunan bertingkat yang
rumit dan lengkap yang dirancang atau diatur secara khusus dengan tujuan untuk
menyimpan, merawat dan mengembangkan serta memanfaatkan koleksi sumber belajar dalam
berbagai bentuknya secara individual maupun kelompok besar
2.2.Pengembangan Pusat
Sumber Belajar
Pengembangan PSB merupakan
bagian dari system penyelenggaran pendidikan pada setiap satuan pendidikan.
Adapun indicator yang di jadkan acuan dalam pengembangan PSB pada setiap satuan
pendidikan adalah mengacu pada lima fungsi yang mengacu pada satuan PSB. Dalam
setiap fungsi mempunyai subfungsi yang menggambarkan rentang tugas dan tanggung
jawab yang harus di laksanakan, yaitu:
1. Fungsi Pengembangan System Instruksional
Fungsi Pengembangan System
Instruksional Fungsi ini menolong dinas atau bagian dan staf tenaga pendidikann
secara individual dalam membuat rancangan dan pilihan option yang akan
meningkatkan eektifitas dan efisiensi proses pembelajaran. Hal ini meliputi
pengembangan kurikulum, konsultasi dalam bidang pengembangan sisitem
instruksional,penyususnan rencana pembelajaran (RP), pengembangan instrument
hasil belajar.
2. Fungsi pelayanan media
Fungsi ini berhubungan dengan
pelaksanaan memprogram media dan pelayanan dukungan yang di butuhkan oleh staf
pendidik dan peserta didik. Hal ini meliputi: system media untuk kelompok
besar, system media untuk kelas standart, fasilitas dan program belajar mandiri
dll.
3. Fungsi produksi
Berhubunga dengan penyediaan
materi atau bahan-bahan instruksional yang tidak dapat di peroleh melalui
sumber-sumber yang di perdagangkan, hal ini meliputi: penyiapan karya seni
original( originsl art work) untuk tujuan instruksional, produksi program
audio, produksi program video,dll.
4. Fungsi admistrasi
Berhubungan dengan cara-cara
atas mana tujuan dan prioritas program dapat tercapai.hal ini berarticara-cara
yang cocok. Contohnya: perencanaan pengadaan sumber belajar, inventarisai
peralatan dan program dll.
5. Fungsi pelatihan
Fungsi ini berhubugan dengan
upaya untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia(SDM) baik untuk
pengelola PSB maupun masyarakat pengguna. Di antaranya pelatihan pengembangan
kompetensi pembelajaran, pelatihan pengembangan media pembelajaran (audio,
audiovisual, multimedia, cetak dan media sederhana) pelatihan pengembangan SDM
dalam bidang teknis produksi dsb.
2.3.Langkah – Langkah
Pengembangan Pusat Sumber Belajar
Dalam mengembangkan pusat sumber
belajar khususnya di sekolah, ada beberapa tahapan atau langkah yang harus kita
perhatikan, yaitu ;
a. Melakukan
analisi kebutuhan dan studi kelayakan PSB di satuan pendidikan
Kegiatan
analisis kebutuhan ini merupakan suatu kegiatan ilmiah yang melibatkan berbagai
eknik pengumpulan data dari berbagai sumber informasi untuk mengetahui
kesenjangan (gap) antara keadaan yang seharusnya terjadi dengan keadaan yang
senyatanya terjadi (realita).
Langkah-langkah
dalam kegiatan analisis kebutuhan meliputi tiga tahap sbb:
1) Perancangan:
meliputi penentu focus analis kebutuhan, penentu teknik pengumpulan data, dan
pengembangan instrument
2) Pelaksanaan,
yaitu melakukan pengumpulan data sesuai dengan teknik pengumpulan data dan instrument
ysng telah di tentukan dslsm perancangan dan menganalisisnya
3) Pelaporan,
yaitu melporkan hasil analisis kebutuhsn tersebut, isi dari laporan tersebut
adalah sumber-sumber belajar yang di perlukan untuk kegiatan pembelajaran
Strategi
pengumpulan data dalam analisiskebutuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara
dan metode. Beberapa strategi yang dapat di lakukan antara lain adalah curah
pendapat (brain stroming), wawancara, observasi, kuesioner, panel ahli (expert
judgment), seminar, lokakarya, diskusi kelompok dll. Strategi yang paling
dominan dilakukan dalam analisis kebutuhan adalah curah pendapat
(brainstorming).
b. Mengembangkan
sarana fisik PSB berdasrkan fungsi-fungsi yang akan di, banyak PSB yang sudah
berdiri lambat laun mengalami kemunduran (menjadi tidak fungsional lagi) di
karenakan semata-mata kurangnya perawatan dan upaya untuk memperbarui saranana
dan prasarana yang di miliki khususnya software pembelajaran seperti: media
cetak (buku pelajaran, jurnal hasil penelitian dll), media non cetak (audio,
video, CD pembelajaran CAI) media realitas/ model tiruan, specimen: dan media
grafis. Oleh karena itu ada baiknya dalam pengembangan PSB perlu di perhatikan
hal-hal berikut :
1) Mengembangkan
sarana dan fasilitas PSB yang berorientasi pada lima fungsi yang ada di PSB
2) Mengembangkan dan sarana PSB tidak semata-mata
berorientasi pada pencapaian tujuan , tetapi juga untuk pencapaian benefit
3) Mengembangkan
sarana dan fasilitas PSB yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi informasi
(menggunakan system jaringan yang terintregrasi dengan perpustakaan secara
nasional)
Khususnya
dalam pengadaan software pembelajaran atau sumber-sumber belajar ini sebagian
harus dilaksanakan oleh masing-masing PSB. Oleh karena itu, masing-masing PSB
sebaiknya sudah di perlengkapi dengan berbagai maca peralatan produksi, selain
itu karena keteratasan kemampuaninstitusi yang ada dalam memberikan bantauan
teknis produksi pengadaan sumber bahan belajar, dapat di produksi bahan
pembelajaran yang relevan dengan prioritas dan kebutuhan satuan pendidikan, dan
yang utama sangat sedikitnya kemungkinan memperoleh bahan belajar secara
komersial di pasaran.
c. Mengembangkan
program\-program PSB yang berorientasi pada pencapaian tujuan,social dan
benefit.
Pengembangan
sumber belajar merupakan salah satu fungsi yang penting dalam setiapPSB, baik
meliputi media dan bahan belajar yang berupa cetak maupun noncetak.
Pengembangan bahan media dan bahan belajar ini dapat dilakukan dengan cara:
1) membuat
atumenulis sendiri, ini merupakan pengembangan media dan bahan belajar yang
paling ideal
2) Memodifikasi
atau kompilasi yaitu menggunakan media dan bahan belajar yang telah ada di pasaran, tetapai di adakan perbahan atau
penambahan sesuai dengan kebutuhan pembelajran
3) Mengadaptasi
yaitu menggunakan sebagian atau secara utuh dengan melengkapi panduan belajar
dalam menggunakan media dan bahan belajar
yang telah ada dipasaran
Pengembangan sumber belajar
khususnya media dan bahan belajaruntuk PSB ini dapat menggunakan
langkah-langkah instruksional. Menurut Reiguluth (1978) dalam suparman
(2001:30) pengembangan instruksional melalui tahap desain,produksi dan evaluasi
formatif. Denagan demikian produk yang di hasilkan diharapkan akan terjamin
khualitas nya dan dapat memenuhi fungsinya untuk mencapai kompetensi atau
tujuan pembelajaran yang telah di tetapkan.
2.4.Pengembangan Pusat
Sumber Belajar dalam Mata Pelajaran PAI
Pembelajaran agama merupakan suatu masalah yang kompleks
karena setiap siswa memiliki ciri yang unik dalam belajar. Hal ini terutama
disebabkan oleh efisiensi penerimanya dan kemampuan tanggapannya. Seorang siswa
yang normal akan dapat memperoleh pengertian dengan cara mengolah rangsangan
dari luar yang ditanggapi oleh inderanya, baik indera penglihatan, pendengaran,
penciuman, perasa maupun peraba.
Dalam proses pembelajaran agama yang menggunakan media,
diharapkan siswa yang belajar tidak hanya sekedar meniru, mencontoh atau
melakukan apa yang diberikan kepadanya, tetapi bagaimana siswa secara aktif ada
upaya untuk berbuat. Pada mulanya media pembelajaran hanya berfungsi sebagai
alat bantu visual dalam kegiatan pembelajaran yaitu sebagai sarana untuk mendorong
motivasi belajar siswa, memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak dan
mempertinggi daya serapnya. Kemudian dengan adanya pengaruh teknologi lahirlah
berbagai alat peraga audio visual yang menekankan pada penggunaan pengalaman
yang konkrit untuk menghindari verbalisme atas dasar keyakinannya.
Alat-alat peraga yang berupa media pembelajaran disebut
juga dengan sumber belajar, baik berupa cetak, non cetak atau elektronik harus
diorganisir dengan baik oleh sekolah, agar mempermudah proses penggunaan oleh
peserta didik (siswa), proses ini kemudian dipusatkan dalam suatu tempat yang
disebut pusat sumber belajar.
Proses pengembangan pembelajaran akan berlangsung secara efektif dan
efisien apabila ditunjang dengan sumber belajar yang dikelola dengan baik lewat
pusat sumber belajar. Pemanfaatan pusat sumber belajar diharapkan mampu untuk
melayani sagala keinginan dan harapan siswa dalam proses pembelajaran. Termasuk
di dalamnya proses pembelajaran PAI.
BAB III
Dalam
pengembangan PSB ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Termasuk langkah-langkah
yang harus dilaksanakan dalam pengembangan PSB. Agar dapat menyusun program
secara sistematis, pertama-tama yang perlu kita lakukan adalah identifikasi
atau menentukan kebutuhan. Identifikasi kebutuhan atau masalah adalah penilaian
kebutuhan. Identifikasi tersebut berupa proses pengumpulan informasi dan proses
analisis yang menghasilkan teridentifikasinya kebutuhan seseorang, kelompok,
lembaga, atau masyarakat. Dalam pendidikan, proses identifikasi kebutuhan
tentang materi yang perlu diajarkan kepada siswa, kebutuhan penataran bagi para
guru, menentukan kebutuhan media bagi suatu sekolah, dsb. Identifikasi ini
bertujuan untuk mendapatkan data atau informasi tentang kebutuahn yang ingin
dicapai dalam suatu perencanaan kegiatan.
Sehingga
identifikasi kebutuhan berarti melaksanakan kegiatan dengan tujuan untuk
menemukan kebutuhan, yaitu kesenjangan antara yang diinginkan dan kenyataan
yang ada sekarang. Semua perencanaan yang sistematis selalu diawali dengan
identifikasi kebutuhan. Sebagai contoh model perencanaan pendidikan menurut
Kaufman:
1. Identifikasi kebutuhan (masalah)
2. Menentukan syarat dan alternatif strategi pemecahan
3. Memilih strategi pemecahan
4. Melaksanakan strategi pemecahan yang telah dipilih
5. Menentukan atau menilai efektivitas hasil pelaksanaan
6. Mengadakan perbaikan jika diperlukan
Jadi, identifikasi kebutuhan
berfungsi sebagai dasar berpijak untuk merencanakan kegiatan. Tanpa diketahui
kebutuhan yang ingin dicapai, kita sulit merencanakan kegiatan. Sehingga
identifikasi ini sangat penting dalam kegiatan penyusunan program kegiatan.
Karena berdasarkan kebutuhan itulah rencana dibuat, dilaksanakan, dan
dievaluasi. Evaluasi ini berfungsi untuk menilai apakah kebutuhan tercapai atau
belum. Jika belum, perlu diadakan revisi atau perbaikan untuk peningkatan
kondisi ke yang lebih baik.
3.2.Saran
Pengembangan pusat sumber belajar
diperlukan untuk mengembangkan, menyediakan, dan mengelola berbagai sumber
belajar yang dikelola oleh tempat, instansi, maupun lembaga tertentu. Untuk itu
diperlukan Sumber Daya yang baik dalam mengembangkan Pusat Sumber Belajar,
seperti sumber daya manusia sebagai pengelola Pusat Sumber Daya dan juga sumber
daya bahan pelajaran sebagai sarana pendukung pembelajaran guna memperkaya
bahan pelajaran yang digunakan oleh pendidik maupun peserta didik.
Indriyati S, Herlina (2009). Pemanfaatan
Pusat Sumber Belajar (Psb) Dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran Pendidikan
Agama Islam (Pai) Di Sekolah Menengah Pertama (Smp) Al-Hikmah Surabaya.
Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Comments
Post a Comment