Skip to main content

Analisis Pokok Pendidikan Sebagai Suatu Ilmu dan Seni

   Alasan Pentingnya Status Keilmuan Pendidikan
1.      Syarat Status Keilmuan
a.       Status keilmuannya harus jelas
b.      Status keilmuan yang jelas akan memperkokoh eksistensi disiplin ilmu
c.       Pendidikan yang bersifat teoritis dan praktis perlu mempunyai status keilmuan yang jelas.
2.      Alasannya
a.       Harus memiliki kejelasan dalam obyek, agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik
b.      Jelas dalam menggunakan metodologinya, baik metodologi yang sifatnya kuantitatif maupun kulitatif atau gabungan dari keduanya
c.       Jelas akan isi atau substansi dari ilmu tersebut
d.      Jelas akan fungsinya dalam mengatasi dan memecahkan suatu masalah yang dihadapi dalam kehidupan manusia
3.      Manfaat
a.       Menambah wawasan tentang pentingnya memahami konsep ilmu pengetahuan pada umumnya dan secara khusus memahami status keilmuan pendidikan
b.      Mempertanggungjawabkan pelaksanaan studi dan praktek pendidikan di sekolah secara pedagogis
c.       Menerapkan konsep pendidikan sebagai pengetahuan ilmiah dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga kependidikan baik dalam rangka studi maupun praktek pendidikan di sekolah
4.      Harapan
a.       Memiliki pemahamman yang jelas tentang konsep, jenis, dan klasifikasi pengetahuan
b.      Memiliki pemahaman yang jelas tentang klasifikasi pengetahuan
c.       Memiliki pemahaman yang jelas tentang pengertian, sifat, ciri-ciri dan klasifikasi pengetahuan ilmiah
d.      Memiliki pemahaman yang kelas tentang status keilmuan, ciri-ciri, isi metode dan klasifikasi ilmu pendidikan

B.     Konsep Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan
1.      Konsep pengetahuan
a.       Ilmu pengetahuan sering diartikan sebagai segala sesuatu yang kita kenal atau kita ketahuai mengenai suatu hal atau obyek.
b.      Suatu hal yang kita ketahui dapat diperoleh dari pengalaman atau dari sumber ajaran agama, filsafat, sejarah dan sebagainya
c.       Pengetahuan adalah tak lain diperoleh dari perangkat informasi yang tersusun dan terarah mengenai fenomena tertentu yang terjadi dalam pengalaman
d.      Pengetahuan yang dianggap penting oleh kita merupakan bahan dan sumber bagi tersusunnya ilmu pengetahuan.
2.      Jenis pengetahuan
a.       Pengetahuan biasa atau awam (common sense knowledge)
b.      Pengetahuan ilmiah (scientific knowledge) 
c.       Pengetahuan filsafat (philosophical knowledge)
d.      Pengetahuan religi (pengetahuan agama
3.      Ciri-ciri pengetahuan biasa atau awam (common sense knowledge)
a.       Cenderung menjadi biasa dan tetap, atau bersifat peniruan serta pewarisan dari masa lampau
b.      Maknanya sering kabur atau samar dan memiliki pengertian ganda (ambigu)
c.       Merupakan suatu kebenaran atau kepercayaan yang tidak teruji atau tidak pernah diuji kebenarannya.
4.      Pengetahuan Ilmiah (scientific knowledge)
a.       Terusun secara sistematis
b.      Diakui masyarakat ilmuwan
c.       Dinamakan ilmu pengetahuan
d.      Diperoleh melalui observasi, eksperimen, klasifikasi, dan analisis.
5.      Ilmu dan Pengetahuan
a.       Ilmu adalah sekumpulan pengetahuan yang dapat diuji kebenarannya, tersusun secara sistematis, mempunyai karakteristik dan syarat-syarat tertentu.
·        ilmu dalam konteks akademis hany membahas segala sesuatu yang nyata, fakta.
·        dapat disentuh oleh indrawi
·        ilmu tidak sama dnegan pengetahuan awam, pengetahuan filsafat, pengetahuan keagamaan, dan atau kesenian.
b.      Pengetahuan
·        Hanya bersifat sementara
·        Belum tentu bisa disebut dengan ilmu pengetahuan.
6.      Klasifikasi Ilmu Pengetahuan
a.       Ilmu-ilmu kealaman (natural science)
b.      Ilmu-ilmu social (social science)
c.       Ilmu-ulmu kemanusiaan (humanisties)
7.      Berdasarkan sifat pengetahuannya (Majid Noor, 1999)
8.      Pembagian ilmu dengan klasifikasi
a.       Ilmu eksakta
b.      Ilmu noneksakta
C.     Karakteristik dan Kriteria Ilmu Pengetahuan
a.       Ciri umum ilmu pengetahuan
·        Menurut Randall dan Buchker
1)      Hasil sains bersifat akumulatif
2)      Hasil sains kebenarannya tidak mutlak
3)      Sains bersifat objektif
·        Menurut Ralph Ross dan Ernest van den Haag (Harsojo, 1977)
1)      Bersifat rasional
2)      Bersifat empiris
3)      Bersifat umum
4)      Bersifat akumulatif
b.      Menurut paradigm baru (Pasca Thomas Kuhn) kriteria ilmu :
·        Ada objek formal dalam arti bidang kenyataan yang merupakan permasalahan ilmu secara khusus
·        Ada metode kerja yang diakui
·        Ada sosok jaringan substantive pengetahuan yang dihasilkan secara sistematis
·        Terdapat teknik yang mapan
1.      Landasan Ilmu
a.       Landasan ilmu terdalam adalah filsafat.
2.      Objek Studi Ilmu
a.       Suatu realitas atau kenyataan
·        Objek material
-         Alam dan manusia
·        Objek formal
-         Menunjukkan suatu ilmu menjadi otonom
3.      Metode Ilmu atau Metode Ilmiah
a.       Menggunakan kajian empiris
b.      Menggunakan metode yang logis
c.       Langkah-langkah ilmiah (Yuyun S. Suriasumantri, 1985)
·        Perumusan masalah
·        Penyusunan kerangka berpikir
·        Perumusan hipotesis
·        Pengujian hipotesis
·        Penarikan kesimpulan
4.      Fungsi IIlmu
a.       Fungsi menjelaskan
b.      Fungsi memprediksi
c.       Fungsi mengontrol
D.     Pendidikan sebagai Ilmu Pengetahuan
1.      Konsep Ilmu Pendidikan
a.       Seperaankat ilmu pengetahuan
b.      Seperangkat pendapat atau pandangan
c.       Tersusun secara sistematis
d.      Hasil pemikiran kritis
e.       Menggunakan metode
2.      Karakteristik Ilmu Pendidikan
a.       Landasan Ilmu Pendidikan
·        Landasan IPTEK
·        Landasan yuridis
·        Landasan historis

b.      Objek Ilmu Pengetahuan
·        Objek material : manusia
·        Objek formal : pengalaman manusia
c.       Metode Ilmu Pendidikan
·        Pendekatan rasional : konsisten dan akumulatif
·        Pendekatan empiris : kuntitatif dan kualitatif
d.      Isi Ilmu Pendidikan
1.      Postulat
2.      Asumsi
3.      Konsep
4.      Teori
5.      Generalisai
6.      Hukum
7.      Prinsip
8.      Model
e.       Cabang-Cabang Ilmu Pendidikan
1)      Ilmu mendidik teoritis
2)      Ilmu mendidik praktis
3)      Ilmu pediidkan makro
4)      Ilmu pendidikan mikro
5)      Ilmu mendidik khusus
·        Ilmu persekolahan
·        Ilmu pendiidkan luar sekolah
·        Orthopedagogik
E.      Seni Didik dan Teknik Pendidikan Secara Ilmiah
a.       Mendidik dengan menggunakan teknologi
b.      Pengajaran pemrograman
c.       Pengajaran berkomputer (CAI)
d.      Metode ceramah
e.       Guru yang berkualifikasi
f.        Guru yang mampu mengelola pengajaran


BAB V LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN
A.     Filsafat dan Landasan Filosofis Pendidikan
1.      Filsafat
a.       Definisi Filsafat
Istilah filsafat (philosophy) berasal dari dua suku kata dalam bahasa yunani kuno, yaitu philein (cinta) dan Sophia (kebijaksanaan). Jadi secara etimologis filsafat adalah cinta kepada kebijaksanaan.
b.      Karakterisitik Filsafat
Dapat diidentifikasi enam hal berkenaaan dengan karakteristik filsafat, yaitu objek yang dipelajari filsafat (objek studi), proses berfilsafat (proses studi), tujuan berfilsafat (hasil studi), penyajian dan sifat kebenarannya.
c.       Sistematika atau cabang-cabang Filsafat
Berdasarkan objek yang dipelajarinya filsafat dapat diklasifikasikan ke dalam: 1) Filsafat umum atau filsafat murni 2) Filsafat Khusus atau filsafat terapan
Cabang filsafat umum terdiri atas:
1)      Metafisika
2)      Epistemologi
3)      Logika
4)      Aksiologi
Cabang filsafat  khusus
1)      Filsafat hukum
2)      Filsafat ilmu
3)      Filsafat pendidikan
d.      Aliran Filsafat
Bahwa karakteristik berpikir para  filsuf yang bersifat kontemplatif dan subjektif telah menghasilkan sistem gagasan yang bersifat individualistik-unik.  Dengan demikian, maka dikenal berbagai aliran filsafat seperti Idealisme, Realisme, Pragmatisme, dsb.
2.      Landasan filosofis pendidikan
a.       Definisi landasan filosofis pendidikan
Landasan filosofis pendidikan adalah seperangkat asumsi yang bersumber dari filsafat yang dijadikan titik tolak dalam pendidikan
b.      Struktur landasan filosofis pendidikan
Landasan filosofis pendidikan sesungguhnya merupakan suatu sistem gagasan tentang yang dideduksi atau dijabarkan dari suatu sistem gagasan filsafat umum (metafisika, epistimologi, aksiologi) yang dianjurkan oleh suatu aliran filsafata tertentu.
c.       Karakteristik landasan filosofis pendidikan
Landasan filosofis pendidikan berisi tentang gagasan-gagasan atau konsep-konsep yang bersifat normatif atau persepektif.
d.      Aliran dalam Landasan Filosofis Pendidikan
Sebgaimana halnya didalam filsafat umum, bahwa didalam landasan filsafat pendidikan juga terdapat berbagai aliran pikiran. Sehubungan dengan ini dikenal adanya landasan filosofis pendidikan idealisme, Realisme, Pragmatisme, dsb.
B. Landasan Filosofis Pendidikan Idealisme, Realisme, dan Pragmatisme
1.      Idealisme
a.       Realitas hakikatnya bersifat spiritual
b.      Manusia adalah makhluk berpikir
c.       Manusia memiliki tujuan hidup
d.      Manusia hidup dengan suatu aturan moral yang jelas
e.       Pengetahuan diperoleh dengan cara mengingat kembali, berfikir melalui intuisi ( Berfikir tingkat tinggi )
f.        Nilai bersifat absolut ( mutlak ) dan tidak berubah
g.       Tujuan pendidikannya adalah membentuk karakter, bakat, dan mempunyai kehidupan sosial yang baik
h.       Pengembangan kemampuan berpikir melalui pendidikan liberal
i.         Menyiapkan keterampilan dalam bekerja
j.        Metode yang digunakan adalah metode dialektik ( Melatih siswa memecahkan masalah dengan tanya jawab )
k.      Pendidik harus unggul agar dapat menjadi teladan baik dalam moral maupun intelektual
2.      Realisme
a.       Memandang dunia dalam pengertian materi yang hadir dengan sendirinya
b.      Hakikat manusia terletak pada apa yang dikerjakannya
c.       Pengetahuan diperoleh manusia melalui pengalaman dan pengguanaan akal ( berfikir )
d.      Pendidikan bertujuan untuk penyesuaian diri dalam hidup dan mampu melaksanakan tanggung jawab sosial
e.       Kurikulum harus bersifat komprehensif ( menyeluruh ) yang sifatnya sains, matematika, ilmu-ilmu kemanusiaan, ilmu sosial, serta nilai-nilai
f.        Metode hendaknya bersifat logis ( Masuk akal ) dan psikologis ( Berorientasi pada tingkah laku atau jiwa pendidik maupun peserta didik )
g.       Pendidik adalah pengelola kegiatan belajar mengajar
h.       Pendidik harus menguasai pengetahuan dan taat pada aturan dan displin dalam segala hal

3.      Pragmatisme
a.       Kenyataan yang sebenarnya  adalah kenyataan fisik ( nampak ), plural ( satu-kesatuan ), dan dinamis ( berubah seiring berjalannya waktu )
b.      Manusia adalah hasil evolusi biologis, psikologis dan sosial
c.       Pengetahuan yang benar diperoleh melalui pengalaman dan proses berpikir
d.      Pendidikan adalah pertumbuhan sepanjang hayat
e.       Pendidikan adalah proses rekonstruksi ( membangun ) yang berlangsung secara terus menerus
f.        Kurikulum berisi pengalaman-pengalaman yang sudah teruji
g.       Kurikulum berorientasi kepada minat dan kebutuhan siswa
h.       Kurikulum bersifat demokratis ( selalu mementingkan kebutuhan bersama )
i.         Mengutamakan metode pemecahan masalah, penyelidikan, dan penemuan
j.        Peranan pendidik adalah memimpin dan membimbing peserta didik belajar
C. Landasan Filsafat Pendidikan Nasional : Pancasila

a.       Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia
b.      Pancasila juga sebagai dasar Pendidikan Nasional
c.       Bangsa Indonesi memiliki landasan filosofis pendidikan yaitu Pancasila
d.      Pancasila menjadi titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan studi pendidikan.

1.      Konsep Filsafat Umum

·        Metafisiska

a.       Hakikat realitas, bahwa segala sesuatu tidak ada dengan sendirinya
b.      Tuhan sebagai sumber pertama dari segala yang ada
c.       Fenomena alam semesta sebagai keseluruhan yang Integral
d.      Realitas ada yang bersifat abadi dan ada yang bersifat fana.
e.       Termaktub dalam pembukaan UUD RI tahun 1945 bahwa hakikat hidup bangsa Indonesia adalah berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.
f.        Realitas tidak bersifat given (terberi) dan final, melainkan mewujud.
g.       Hakikat Manusia, bahwa manusia suatu kesatuan badani-rohani yang memiliki kesadaran.
h.       Eksistensinya manusia berdimensi :
-         Individualitas/ Personalitas
-         Sosialitas
-         Kultural
-         Moralitas dan,
-         Religius
i.         Manusia menunjukan dimensi interaksi atau komunikasi (vertical dan horizontal) historitas dan dinamika.
j.        Pancasila mengajarkan bahwa eksistensi manusia bersifat mono-pluralis tapi bersifat integral.
k.      Pancasila menganut azaz Ketuhanan Yang Maha Esa.
l.         Aspek religius :
-         Azaz mono-dualisme, manusia adalah kesatuan badani-rohani individual sekaligus insane social.
-         Azaz mono-pluralisme, menyakini keagamaan manusia baik suku dan budaya.
-          
m.     Aspek Kesatuan (Bhineka tunggal Ika) :
-         Azaz Nasionalisme, hakikatnya manusia terikat oleh ruang dan waktu.
-         Azaz Internasionalisme, Manusia Indinesia tidak meniadakan eksistensi manusia lain.
-         Azaz Demokrasi, Kesamaan hak dan kewajiban menjadi dasar hubungan antar warga negara.
-         Azaz Keadilan social, Manusia senantiasa menjunjung tinggi tujuan kepentingan bersama. 

·        Epistemologi

a.       Hakikat Pengetahuan, segala pengetahuan hakikatnya bersumber dari sumber pertama (Tuhan YME)
b.      Kebenaran pengetahuan bersifat mutlak seperti pengetahuan keagamaan
c.       Kebenaran pengetahuan bersifat relative seperti pengetahuan ilmiah (filsafat,sains)
d.      Pengetahuan yang bersifat mutlak (ajaran agama/wahyu Tuhan)

·        Aksiologi

a.       Hakikat Nilai, Hakikatnya nilai di turunkan dari Tuhan YME, masyarakat dan individu.

2.      Implikasi Terhadap Pendidikan

a.       Pendidikan adalah usaha sadar, terencana untuk mewujudkan proses pembelajaran.
b.      Pendidikan di laksanakan dengan mengacu kepada dasar dan tujuan pendidikan yang telah di tetapkan.
c.       Implikasinya bahwa pendidikan harus di selenggarakan sepanjang hayat.
d.      Pendidikan di selenggarakan baik pada jalur pendidikan informal, formal, maupun nonformal.
e.       Tujuan pendidikan, betujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang ( beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab (pasal 3 UU RI. No. 20 2003)
f.        Kurikulum Pendidikan, di susun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka NKRI dengan memperhatikan :
-         Peningkatan iman dan takwa
-         Peningkatan akhlak mulia
-         Peningkatan akhlak mulia
-         Peningkatan potensi, kecerdasan dan minat peserta didik
-         Keragaman potensi daerah dan lingkungan
-         Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
-         Tuntutan dunia kerja
-         Pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
-         Agama
-         Dinamika pengembangan global, dan
-         Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan
g.       Metode pendidikan, metode di pilih dengan melihat tujuan pendidikan yang hendak di capai.
h.       Peranan Pendidik dan Peserta didik,
-          “ing ngarso sung tulodo” artinya pendidik harus menjadi teladan bagi peserta didiknya.
-         “ing madya ngarun karso” artinya pendidik harus mampu membangun karsa pada diri peserta didik.
-         “tut wuri handayani” artinya pendidik harus member kesempatan pada peserta didik untuk belajar mandiri.
i.         Pendidikan sebagai fungsi konservasi dan fungsi kreasi.

Comments

Popular posts from this blog

Konsep Model Desain Pembelajaran versi IDI (Intructional Development Institute)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini pembelajaran tidak hanya berbicara pada aspek terjadinya proses belajar mengajar tetapi sudah berbicara pada sarana pendukung terjadinya proses tersebut dan bagaimana mencapai tujuan pembelajaran yang sudah dirancang. Model pembelajaran merupakan salah satu alat atau cara yang dapat diterapkan dalam proses pemeblajaran agar menunjang terjadinya proses belajar mengajar dan tercapainya tujuan pembelajaran, model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada strategi, metode atau prosedur pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai 4 ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode pembelajaran : Rasional teoritis yang logis yang disusun oleh pendidik, tujuan pembelajaran yang akan dicapai, langkah-langkah mengajar yang diperlukan agar model pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal dan lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai. Desain pembelajaran dapat dimaknai dari b...

Model Pendidikan dan Pelatihan Dick and Carey

BAB I  PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah  Definisi teknologi tidak sempit, tidak semata-mata sebagai suatu barang elektronik yang canggih, namun, teknologi pun memiliki definisi sebagai cara dan sumber. Seiring dengan berkembangnya teknologi dalam segi alat, tak ubahnya teknologi dalam segi cara dan proses pun mengalami perkembangan, termasuk mengenai desain pembelajaran. Berkenaan dengan mata kuliah Desain Program Pendidikan dan Pelatihan ini, dalam pelaksanaannya pun menggunakan beberapa desain pembelajaran. Sebelum melaksanakan proses pembelajaran, setiap komponen harus memahami apa tujuan yang hendak dicapai dan langkah-langkah seperti apa yang dapat membantu mencapai tujuan tersebut. Khususnya untuk tim pengembang desain maupun dari instruktur, guru, fasilitator, atau apapun sebutannya harus memahami desain pembelajaran seperti apa yang akan digunakan kemudian. Dalam kesempatan ini, pembahasan makalah berikut akan mengungkap mengenai Model Dick and Carey, sala...

Konsep Desain Model Pelathan Briggs

PENDAHULUAN A. Latar Belakang  Program pendidikan dan pelatihan merupakan program penting yang keberadaannya seharusnya dapat diupayakan dengan baik sehingga dapat menghasilkan peserta diklat yang berkualitas pula. Banyak sekali upaya yang dapat dilakukan dengan meningkatkan dari berbagai hal. Untuk dapat membantu dalam meningkatkan kualitas program diklat tersebut, maka muncul lah beberapa model-model program pendidikan dan pelatihan dari para ahli dengan berbagai kelebihan dan kekurangan serta karakteristik yang berbeda-beda. Model-model pembelajaran ini dihasilkan dari pemikiran para ahli yang telah meneliti dan mencoba untuk menerapkan model-model ini. Saah satu model yang dikembangkan para ahli tersebut adalah model Briggs. Model Briggs adalah seperangkat prosedur yang berurutan untuk mewujudkan suatu proses, seperti penilaian kebutuhan, pemilihan media dan evaluasi (Briggs, 1978: 23). Model ini lebih ditekankan pada pendidik, pelatih ataupun widyaiswara sebagai pe...