Skip to main content

Pengembangan Media dan Sumber Belajar

A. Latar Belakang 
Media adalah sumber belajar, maka secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda , ataupun peristiwa yang memungkinkan peserta didik memperoleh pengetahuan dan ketrampilan. Media pembelajran adalah benda nyata yang digunakan untuk memperlancar proses mengajar agar materi yang diajarkan lebih mudah sampai pada peserta didik. Media pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajarn dan pendekatan system dalam pendidikan. Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. 
Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang akan dijelaskan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada peserta didik dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan, baik kata-kata atau kalimat tertentu, bahkan keabstrakan bahan dapat dikonkretkan dengan kehadiran media. Dengan demikian peserta didik lebih mudah memahami bahan yang akan dipelajari, daripada tanpa bantuan media . 
Namun, perlu diingat, bahwa peranan media dan sumber belajar tidak akan terlihat, jika penggunaanya tidak sejalan dengan isi dan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Seperti kita ketahui bahwa yang dimaksud dengan belajar adalah proses perubahan tingkah laku melalui pengalaman. Pengalaman itu sendiri dapat berupa pengalaman langsung maupun pengalaman tidak langsung. 

B. Pembahasan

1. Media Pembelajaran 
a. Pengertian
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari medium secara harafiah berarti perantara atau pengantar. Banyak batasan yang diberikan tentang pengertian media. Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association Of Education and Communication Technology/ AECT) sebagaimana dikutip Arief S. Sadiman (2006: 6) membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi. Ahmad Rohani (1997: 3) mendefinisikan media sebagai segala sesuatu yang dapat diindra yang berfungsi sebagai perantara/sarana/alat untuk proses komunikasi (proses belajar-mengajar). 

b. Klasifikasi media pembelajaran
Klasifikasi media pembelajaran menurut para ahli yaitu menurut Azhar Arshad. Klasifikasi sumber belajar tidak jauh berbeda dengan bentuknya. Klasifikasi sumber belajar menurut Degeng dalam Azhar Arhad adalah:
1. Pesan (apa informasi yang ditransmisikan?)
2. Orang(siapa/apakah yang menyimpan transmisi?)
3. Bahan (siapa/apakah yang menyimpan informasi?)
4. Alat (siapa/apakah yang menyimpan informasi?)
5. Teknik(bagaimana informasiitu ditransmisikan?)
6. Lingkungan/latar(di mana ditaransmisikan?)

Adapun Kriteria dalam pemilihan media pembelajaran dan sumber belajar adalah menurut Sudrajat(2008) lima kriteria dalam pemilihan sumber belajar yaitu:
1). Ekonomis, sumber belajar yang digunakan tidak harus berpatok pada harga yang mahal.
2). Praktis, sumber belajar yang dipilih tidak memerlukan pengelolaan yang rumit, sulit, dan langka.
3). Mudah, sumber belajar harus dekat dan tersedia di sekitar lingkungan kita.
4). Fleksibel, artinya sumber belajar dapat dimanfaatkan untuk berbagi tujuan instruksional
5). Sesuai dengan tujuan, sumber belajar harus dapat mendukung proses dan pencapaian tujuan belajar, dapat membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa.    

c. Langkah Pengembangan Media
Secara garis besar kegiatan pengembangan media pembelajaran terdiri atas tiga langkah besar yang harus dilalui, yaitu kegiatan perencanaan, produksi dan penilaian. Sementara itu, dalam rangka melakukan desain atau rancangan pengembangan program media. Arief Sadiman, dkk, memberikan urutan langkah-langkah yang harus diambil dalam pengembangan program media menjadi 6 (enam) langkah sebagai berikut:
1). Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa
2). Merumuskan tujuan intruksional (Instructional objective) dengan operasional dan khas
3). Merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan
4). Mengembangkan alat pengukur keberhasilan
5). Menulis naskah media
6). Mengadakan tes dan revisi

2. Sumber Belajar
A. Pengertian 
Menurut AECT (1977) yakni semua sumber belajar sebagai semua sumber (data, manusia, dan barang) yang dapat dipakai oleh pelajar sebagai suatu sumber tersendiri atau dalam kombinasi untuk memperlancar belajar. Dalam hal ini sumber belajar meliputi pesan, orang, material, alat, teknik, dan lingkungan. Sumber belajar bahkan berubah menjadi komponen sistem instruksional apabila sumber belajar itu diatur sebelumnya (prestructured), didesain dan dipilih lalu dikombinasikan menjadi suatu system instruksional yang lengkap sehingga berdampak pada pembelajaran yang bertujuan dan terkontrol. 
Tiap-tiap bentuk sumber belajar tersebut harus berinteraksi dengan siswa bila menginginkan kualitas dan hasil belajar yang optimal, sebab unsur sumber-sumber belajar itu merupakan komponen usaha yang dapat mendukung proses belajar dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang optimal, maka perlu kiranya ada organisasi pengelolaannya. Dan mengingat kenyatan yang ada bahwa keterbatasan dana dan tenaga yang mendukung sumber-sumber belajar itu juga dipandang perlu adaya suatu strategi pengelolaan yang efektif dan efisien. Jika kita tinjau dari pemanfaatannya sumber belajar terbagi menjadi dua yaitu sumber belajar yang didesain (by design) dan sumber belajar yang tinggal pakai/dimanfaatkan (by utilitation).
1). Sumber belajar yang didesain (by design) 
Sumber belajar yang di desain merupakan sumber-sumber belajar yang secara khusus di kembangkan sebagai “komponan sistem instruksional” yang diharapkan dapat membantu kemudahan kegiatan belajar yang bersifat formal ataupun non formal dan mempunyai tujuan tertentu. Dengan demikian sumber belajar jenis ini harus dianalisis, direncanakan, dan kemudian baru dikembangkan sesuai dengan kebutuhan tujuan dan materi serta karateristik si belajar/siswa agar hasilnya benar-benar dapat memudahkan belajar.

2). Sumber belajar yang dimanfaatkan (by utilization) 
Sumber belajar yang tinggal dimanfaatkan yaitu sumber-sumber yang tidak secara khusus didesain untuk keperluan pembelajaran namun dapat di temukan, diterapkan, dan digunakan untuk keperluan belajar. Dari beberapa definisi dan penjelasan tentang teknologi instruksional dapat kita ambil beberapa kesimpulan; bahwa teknologi instruksional menghasilkan sumber belajar yang dapat digunakan untuk memperbaiki pengajaran. Terdapat fungsi-fungsi tertentu, misalnya pengembangan instruksional, produksi media, pengelolaan sumber belajar, penilaian program, dan sebagainya yang harus dijalankan oleh tenaga-tenaga tertentu dalam bidang teknologi instruksional.

B. Pemanfaatan Sumber Belajar
AECT (Association for Educational Communication and Technology) membedakan enam jenis sumber belajar yang dapat digunakan dalam proses belajar, yaitu:
1). Pesan (message)
Pesan merupakan sumber belajar yang meliputi pesan formal, yaitu pesan yang dikeluarkan oleh lembaga resmi. Pesan-pesan ini disampaikan secara lisan dan dibuat dalam bentuk dokumen.
2). Orang (people)
Semua orang pada dasarnya dapat berperan sebagai sumber belajar, namun secara umum dapat dibagi dua kelompok. Pertama, kelompok orang yang di desain khusus sebagai sumber belajar utama yang dididik secara professional untuk mengajar. Kedua,  kelompok orang yang memiliki profesiselain tenaga yang berada di lingkungan pendidikan dan profesinya tidak terbatas.
3). Bahan (matterials)
Bahan merupakan suatu format yang digunakan untuk menyimpan pesan pembelajaran.
4). Alat (device)
Alat yang dimaksud disini adalah benda-benda yang berbentuk fisik sering disebut juga dengan perangkat keras.
5). Teknik (technique)
Teknik yang dimaksud adalah cara (prosedur) yang digunakan orang dalam memberikan pembelajaran guna tercapai tujuan pembelajaran.
6). Latar (setting)
Latar atau lingkungan yang berada di dalam sekolah maupun lingkungan yang berada di luar sekolah, baik yang sengaja dirancang maupun yang tidak secara khusus disiapkan untuk pembelajaran.

Comments

Popular posts from this blog

Konsep Model Desain Pembelajaran versi IDI (Intructional Development Institute)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini pembelajaran tidak hanya berbicara pada aspek terjadinya proses belajar mengajar tetapi sudah berbicara pada sarana pendukung terjadinya proses tersebut dan bagaimana mencapai tujuan pembelajaran yang sudah dirancang. Model pembelajaran merupakan salah satu alat atau cara yang dapat diterapkan dalam proses pemeblajaran agar menunjang terjadinya proses belajar mengajar dan tercapainya tujuan pembelajaran, model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada strategi, metode atau prosedur pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai 4 ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode pembelajaran : Rasional teoritis yang logis yang disusun oleh pendidik, tujuan pembelajaran yang akan dicapai, langkah-langkah mengajar yang diperlukan agar model pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal dan lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai. Desain pembelajaran dapat dimaknai dari b...

Model Pendidikan dan Pelatihan Dick and Carey

BAB I  PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah  Definisi teknologi tidak sempit, tidak semata-mata sebagai suatu barang elektronik yang canggih, namun, teknologi pun memiliki definisi sebagai cara dan sumber. Seiring dengan berkembangnya teknologi dalam segi alat, tak ubahnya teknologi dalam segi cara dan proses pun mengalami perkembangan, termasuk mengenai desain pembelajaran. Berkenaan dengan mata kuliah Desain Program Pendidikan dan Pelatihan ini, dalam pelaksanaannya pun menggunakan beberapa desain pembelajaran. Sebelum melaksanakan proses pembelajaran, setiap komponen harus memahami apa tujuan yang hendak dicapai dan langkah-langkah seperti apa yang dapat membantu mencapai tujuan tersebut. Khususnya untuk tim pengembang desain maupun dari instruktur, guru, fasilitator, atau apapun sebutannya harus memahami desain pembelajaran seperti apa yang akan digunakan kemudian. Dalam kesempatan ini, pembahasan makalah berikut akan mengungkap mengenai Model Dick and Carey, sala...

Perkembangan Definisi Teknologi Pendidikan Tiap Tahun

1. Definisi awal Teknologi Pendidikan (1920),  teknologi pendidikan dipandang sebagai media, media ini sebagai media pembelajaran visual yang berupa film, gambar, dan tampilan media ini menampilkan suatu mata pelajaran. 2. Definisi (AECT) 1963. “Komunikasi audio-visual adalah cabang dari teori dan praktek pendidikan yang terutama berkepentingan dengan mendesain, dan menggunakan pesan guna mengendalikan proses belajar” 3. Definisi Commission Instruction Technology (CIT) 1970 “Dalam pengertian yang lebih umum, teknologi pembelajaran diartikan sebagai media yang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran disamping guru, buku teks, dan papan tulis. Bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah televisi, film,OHP, computer dan bagan perangkat keras maupun lunak lainnya.” 4. Definisi Silber 1970 “ Teknologi Pembelajaran adalah pengembangan (riset, desain, produksi, evaluasi, dukungan pasokan, pemanfaatan) komponen s...