BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang masalah
Suatu ilmu terlahir bisa dari
analisis filisofis seorang pakar yang ahli di bidang tertentu, atau hasil
kontemplasi (agama. Tafakur) untuk
membuktikan suatu kebenaran agar bisa diterima akal-rasional dan bersifat
ilmiah. Pemikiran yang mendalam dengan melibatkan berbagai prespektif dan
diskusi multistage merupakan
perjalanan panjang untuk dapat menemukan bidang ilmu baru. Namun, tingkat
kebenaran dan kebutuhan tentang pembuktian dan analisis terbuka tidak bisa
tersentuh oleh dasar pemikiran seseorang karena aspek filsafatnya baru pada
tataran atau kerangka dasar pertanyaan apa,
mengapa, dan untuk apa; atau
adakah manfaat dari ilmu itu. Sebuah ilmu atau bidang kajian baru
dipersyaratkan harus mampu menjawab tiga akar pertanyaan filsafat tersebut.
Disisilain, ilmu atau kajian dalam bidang ilmu itu pun harus mampu
mengahsilkan, menyediakan, dan mejawab tiga akar pertanyaan filsafat itu.
B.
Rumusan
masalah
1. Apa
yang dimaksud filsafat ilmu dalam aspek ontologis, epitemologis, dan aksiologis
?
2. Apa
aplikasikan dan implementasi dari biologi komunikasi Paradigma ?
3. Apa
saja analisis dan desain yang dilakukan dengan bantun analisis biologi komunikasi?
BAB II
Pembahasan
Secara
ontologis, biologi komunikasi berupaya menunjukkan dan menjelsdksn tentang
perilaku komunikasi manusia dalam berbagai bentuk dengan pendekatan analisis
biologi, khususnya telaah tentang peranan otak-otak kiri dan kanan.
Melalui
pemikiran ontologis itu dapat menjelaskan bahwa perilaku komunikasi yang secara
sadar dilakukan oleh manusia, pada dasarnya merupakan bentuk dari aktivitas
otak. Dalam prakteknya, manusia tentu akan berhubungan dengan pihak lain yang
biasa disebut intrapersonal atau interpersonal komunikasi . kajian ini
akan membahas secara lebih mendalam dan
rinci tentang fisiologis otak, berikut fungsi setiap bagian spesifik otak
ketika melakukan tugas control dan koordinasi tentang perilaku manusia.
Perilaku yang dimaksud berupa perilaku yang terlihat diluar atau didalam tubuh,
misalnya, brupa komunikasi antarjaringan sel, antarsel, syaraf dan antarsyaraf,
atau antarjaringan sel darah. Menurut ilmu genetika, terjadi pertemuan antara
kromosom X sebagai pesan keturunan dari Bapak dan kromosom Y sebagai pesan
keturunan genetic dari ibu. Kedua kromosom ini melakukan proses komunikasi
hingga melahirkan sifat tertentu di dalam diri seseorang. Analisis
filosofis-ontologis tentang fenomena biologi komunikasi ini lebih terfokus pada
upaya penjelasan tentang perilaku manusia ketika berkomunikasi internal dan
eksternal. Komunikasi internal atau inter personal terjadi didalam diri, yakni
dalam bentuk penerimaan, pengolahan, dan pengiriman pesan yang dilakukan oleh
bagian spesifik otak.
Secara
epitemologis, biologi komunikasi harus mampu menjelaskan tentang kebenaran itu
diperoleh dan apa saja bukti yang dapat dipertanggung jawabkan agar kebenaran
itu dapat dipercaya. Analisis filosofis-epistomologi tentang biologi komunikasi
ini dimulai dari kajian terhadap
fenomena biologis yang mampu menjelaskan dan mendukung perilaku biologi
komunikasi.
Perilaku
manusia yang ditunjukan oleh organ tubuh ketika behubungan dengan manusia lain,
pada dasarnya, diatur dan di kontrol oleh sistem jaringan otak. Jaringan ini
mengendalikan bagian spesifik otak sehingga terjadi sinergitas antar sel syaraf
otot, dan oragan tubuh bagian luar.
Pemikiran
filosifis aksiologis tantang proses komunikasi ini acap kali dilupakan oleh kajian
tentang proses komunikasi karena lebih mengedepankan aspek psikologi. Maka ,
melalui analisis filosofis aksiologis tentang biologi komunikasi ini, kita
dapat menggali lebih jauh tentang apa yang ada dan yang terjadi sebelum
komunikasi dilakukan oleh seseorang.
Biologi
komunikasi ini dapat diaplikasikan dan dimplementasikan ke dalam berbagai
bentuk ilmu terapan seperti komunikasi bisnis, komunikasi antar budaya,
komunikasi pendidikan, komunikasi politik, dan komunikasi intelijen.
1.
Biologi
komunikas dalam praktek komunikasi bisnis
Analisis
ini dilakukan beradasarkan data-data perkembangan daya beli masyarakat, dan
potensi lainnya yang ada di daerah itu. Selama proses analisis atas data itu,
biologi komunikasi akan selalu dilibatkan secara aktif.
2.
Biologi
komuniikasi dalam paktek komunikasi budaya (intra dan antarpersonal)
Individu
adalah symbol asal-usul budaya artinya budaya tertentu bisa dikenali dari
perilaku individu yang dimaksud. Jika perilaku individu itu berbudaya X,
setidaknya, ia akan selalu berperilaku dengan latar belakang budaya yang
dimaksud.
3.
Biologi
komunikasi dalampraktek komunikasi politik
Seorang
orator atau juru kempanye pasti sangat membutuhkan keterampilan dan kapasitas
yang lebih untuk dapat mengemas pesan yang disampaikan. Keamsan yang menariak
tentang pesan itu akan dengan mudah meyakinkan para pendengar atau konstituen
sehingga mereka menjadi pengikut setia partainya.
4.
Biologi
komunikasi dalam praktek komunikasi pendidikan
Peran
biologi komunikasi dalam praktek komunikasi pendidikan sangat jelas karena
peran itu bisa dilihat dan dirasakan oleh para pelaku pendidik dan yang didik.
Seorang guru dapat mengemas pesan pembelajaran dengan dukungan dambar visual
bergerak atau animasi.
5.
Biologi
komunikasi dalam praktek komunikasi organisasi
Didalam
sebuah organisasi interaksi merupakan “nyawa”. Disebut demikian karena tanpa
interaksi, kebersamaan,, dan sinergisitas tidak akan terbangun dengan baik.
6.
Biologi
komunikasi dalam praktek komunikasi intelijen
Komunikasi
intelijen biasanya dilakukan ketika suatu fenomena kejadian atau kasus bahkan
peristiwa penting yang harus diketahui melalui strategi komunikasi tertentu
oleh para intelijen.
7.
Biologi
komunikasi dalam praktek komunikasi social
Dalam
praktek komunikasi social apalagi yang melibatkan banyak peran dan tokoh
biologi komunikasi memainkan peran yang sangat penting. Dapat dikatakan biologi
komunikasi dalam pengembangan peran masyarakat memiliki kontribusi yang sangat
besar.
8.
Biologi
komunikasi dalam praktek psikologi komunikasi
Posisi
biologi komunikasi ini bahkan menjadi penggali atau penumbuh akar yang kelak
menjadi cikal-bakalnya lahirnya perilaku psikologi.
9.
Biologi
komunikasi dalam praktek komunikasi keluarga
Kehidupan
akan semakin harmonis jika proses komunikasi dan interaksi antar ibu, ayah,
anak, dan angota keluarga yang lainnya terjalin dengan baik dan hangat.
10. Biologi komuikasi dalam
praktek komunikasi kesehatan
Dalam
analisis biologi komunikasi terdapat komunikasi kesehatan. Pada saat pasien
akan diberi obat maka seorang dokter melihat banyak pertimbangan, slah satunya
adalah pertimbngan biologis. Pertimbangan biologis meliputi usia kkuatan fisik,
pikiran, otot, syaraf, sistem pencernaan, dan lai-lain. Dalam hal ini
komunikasi yang dilakukan oleh dokter tergantung terhadap dosis obat.
11. Biologi komunikasi
dalam praktek komunikasi berteknologi (TIK)
Dengan
pemahaman yang benar tentang biologi komunikasi seorang programer profesiaonal
akan memahami bahwa sistem jaringan itu memiliki sistem yang sama dengan
jaringan sel syaraf khususnya sitem kerja otak.
12. Biologi komunikasi
dalam praktek manajemen komunikasi
Penentuan
perkembangan dan kemajuan perusahaan sangat ditentukan oleh manajemen
komunikasi. Berdasarkan fenomena tersebut bisa dikatakan bahwa manfaat analisis
biologi komunikasi terbukti dan dapat ditemukan di dalam dunia bisnis,
khususnya hubungan antara pemimpin dengan bawahannya.
·
Analisis
landasan ilmiah
Dalam
tataran pegujian ilmiah ilmu baru ini, analisis yang dilakukan didasarkan pada
paradigm pemikiran ilmu terkait lainnya seperti kedokteran, biologi psikologis
, pendidikan, teknologi, dan budaya.
·
Analisis
akar ilmu
Biologi
komunikasi muncul berdasarkan ilmu lainnya yang turut mendukung keberadaannya
sehingga kebenarannya dapat dibuktikan secara ilmiah rasional.
·
Analisis
hasil riset ilmiah
Banyak
sekali suatu rujukan yang telah menjelaskan, menganalisis, dan mengembangkan
prilaku komunikasi berdasarkan ilmu psikologi. Hal ini cukup beralasan
mengingat komunikasi cenderung ditunjukan pada focus prilaku manusia
(humanbehavior).
·
Analisis
metafisika
Menurut
lanigan, meta fisika merupakan studi tentang sifat dan fungsi teori sebuah
realita yang terjadi. Hemat penulis, pendapat ini terfokus pada tinjauan
kerisis bahwa biologi mampu menumbuhkan bahan komunikasi lainnya.
·
Analisis
metateoritis
Analisis
kristis terhadap muncunya dahan komunikasi dari akar biologi komunikasi dapat
juga di telaah melalui hakikat meta teori. Menurut litlejohn kajian metateori
ini pernah dilakukan untuk menelaah teori komunikasi secara umum.
·
Analisis
metarasional
Selain
analisis metafisika dan metateoritikal, susdut pandang penulis lainnya untuk
mengkritisi kemunculan dahan komunikasi
dari akar biologi komunikasi adlah interpretasi metrasional. Latar belakang
munculnya dahan komunikasi dapat diasumsikan bahwa dahan itu muncul ketika ada
bidang kajian lain yang menurut analisis mendalam
\
BAB III
KESIMPULAN
Komunikasi yang lahir dari biologi
komunikasi diharapkan dapat menjadi mediator jembatan untuk mengkaji dan
mengembangkan jalan alternative. Jalan inipun diharapkan dapat menjadi
penyeimbang dalam upaya pencapaian upaya perilaku manusia yang sesuai dengan aturan
formal. Jalan alternative ini juga diharapkan bisa menjadi media determinasi
bagi kecenderungan perilaku bebas yang kadang-kadang dimunculkan oleh manusia
itu sendiri. Kondisi ini, membuka peluang bagi akar biologi komunikasi agar
dapat memunculkan dahan komunikasi lain yang dibutuhkan oleh manusia untuk
mencari jalan penyelesaian bagi pencapaian tujuan hidupnya.
Biologi
komunikasi ini mempelajari bagaimana cara mengaplikasikan dan dimplementasikan
ke dalam berbagai bentuk ilmu terapan seperti komunikasi bisnis, komunikasi
antar budaya, komunikasi pendidikan, komunikasi politik, dan komunikasi
intelijen. Biologi komunikasi harus mampu menjelaskan tentang kebenaran itu
diperoleh dan apa saja bukti yang dapat dipertanggung jawabkan agar kebenaran
itu dapat dipercaya.
DAFTAR PUSTAKA
Dr. Didi Supriyadie, Mpd. & Dr. Deni
Darmawan, S. Pd., M. Si. (2012) Komunikasi
Pembelajaran
Darmawan, Deni,2009. Biologi komunikasi pembelajaran. Bandung;
Humaiora.
Komala, Lukiati. Ilmu Komunikasi. Widia Pajajaran.
Comments
Post a Comment