1.
MODEL
KOMUNIKASI LASSWELL
Teori
komunikasi lasswell adalah cara yang paling nyaman untuk menjelaskan aksi
komunikasi adalah berupa ungkapan verbal seperti:
· Who
· Says
what
· In
which Channel
· To
whom
· With
what effect
Model
berikut ini menjelaskan tentang proses komunikasi dan fungsi nya kepada
masyarakat. Menurut Laswell, ada 3 fungsi untuk berkomunikasi
1. Pengawasan
Lingkungan
2. Korelasi
berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespons lingkungan
3. Transmisi
warisan sosial dari suatu generasi ke generasi lainnya
Laswell
menyarankan pesan harus mengalir dari berbagai macam kultur masyarakat dengan
bermacam-macam pendengar. Di model ini, semua komponen komunikasi
memiliki peran:
Who
mengacu kepada “Control Analysis”
Say
What mengacu kepada “Content Analysis”
In
which mengacu kepada “Media Analysis”
To
Whom mengacu kepada “Audience Analysis”
With
What Effect mengacu kepada “Effect Analysis”
Model
Lasswell sering diterapkan dalam komunikasi massa. Model tersebut
mengisyaratkan bahwa lebih dari satu saluran dapat membawa pesan.
Sebagai
Contoh:
CNN
News – Tsunami yang terjadi di jepang menghasilkan cacat pada station nuklir,
yang menyebabkan material radioaktif, mengalir ke laut melebihi batas
yang ditentukan sebanyak 100 kali lipat, ini yang disampaikan oleh
Operator Tokyo Electric power co pada hari sabtu.
Who –
TEPC Operator
What
– Radio aktif material mengalir kedalam laut
Channel
– CNN News (Television Medium)
Whom
– Public
Effect
– Alert the people of japan from the radiation
Kelebihan
dari model Lasswell'
- Mudah
dan simple
- Cocok
untuk semua tipe komunikasi
- Konsep
efeknya jelas
Kekurangan
dari model Lasswell
- Feed
back tidak disebutkan
- Pesan
yang ditujukan tidak tentu jelas arahnya
- Linear
Model
2. MODEL
KOMUNIKASI SCHRAMM (1954)
Diciptakan oleh Wilbur Schramm (1954)
Menurut Wilbur Schramm, komunikasi senantiasa membutuhkan
setidaknya tiga unsur:
1. Sumber (Source)
Sumber boleh jadi seorang individu (berbicara, menulis, memberi isyarat), atau
organisasi komunikasi (surat kabar, penerbit, tv, dsb).
2. Pesan (Message)
Dapat berupa tinta pada kertas, gelombang suara di udara, dsb.
3. Sasaran (Destination).
Individu yang mendengarkan, menonton atau membaca.
Model
Pertama Schramm
Model ini merupakan pengembangan
dari model Shannon-Weaver.
Schramm menekankan komunikasi sebagai proses yang memiliki tujuan untuk
membangun kesamaan antara sumber dan penerima pesan.
Model
Kedua Schramm
Pada model kedua ini Schramm
memperkenalkan konsep baru komunikasi, field experience. Field experience ini
merajuk pada kesamaan latar belakang dan pengalaman (seperti kesamaan bahasa
dan kultur) antara pengirim dan penerima pesan. Bila kedua lingkaran memiliki
wilayah bersama yang besar, maka komunikasi mudah dilakukan.
Model
Ketiga Schramm
Kelebihan
dari Model Schramm
§ Memperkenalkan gagasan bahwa kesamaan dalam bidang pengalaman
sumber dan sasaranlah yang sebenarnya dikomunikasikan, karena bagi sinyal
itulah yang dianut sama oleh sumber dan sasaran.
§ Menganggap komunikasi sebagai informasi dengan kedua pihak yang
menyandih, menafsirkan, menyadi-balik, mentransmisikan, dan menerima sinyal.
§ Model ini memiliki unsur “field of experience” yang tidak
dimiliki oleh model lain.
Kekurangan
dari Model Schramm
§ Di dalam setiap konsep model yang ia buat, selalu menunjukkan
perubahan dan perkembangan yang relevan terhadap fenomena yang terjadi dalam
masyarakat.
3.
MODEL KOMUNIKASI ARISTOTELES
Model komunikasi Aristotels adalah
model komunikasi yang paling klasik. Atau disebut juga model retoris atau
retorika. Model komunikasi Artistoteles ini adalah model komunikasi statis,
Komunikasi menurutnya adalah komunikasi terjadi ketika seorang pembicara
menyampaikan pembicaraanya kepada khalayak, dalam upaya mengubah sikap mereka.
Adapun unsur –unsur dalam model
komunikasi Aristoteles ini ada 3 unsur yaitu :
- Pembicara
- Pesan
- Pendengar.
4.
MODEL
KOMUNIKASI LINEAR
Model komunikasi ini
dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949 dalam
buku The Mathematical of
Communication. Mereka mendeskripsikan komunikasi sebagai proses linear
karena tertarik pada teknologi radio dan telepon dan ingin mengembangkan suatu
model yang dapat menjelaskan bagaimana informasi melewati berbagai saluran (channel).
Hasilnya adalah konseptualisasi dari komunikasi linear (linear communication
model). Pendekatan ini terdiri atas beberapa elemen kunci: sumber (source),
pesan (message) dan penerima (receiver). Model linear berasumsi
bahwa seseorang hanyalah pengirim atau penerima. Tentu saja hal ini merupakan
pandangan yang sangat sempit terhadap partisipan-partisipan dalam proses
komunikasi. Suatu konsep penting
dalam model ini adalah gangguan (noise), yakni setiap rangsangan tambahan dan
tidak dikehendaki yang dapat mengganggu kecermatan pesan yang disampaikan.
Gangguan ini selalu ada dalam saluran bersama sebuah pesan yang diterima oleh
penerima.
5.
MODEL KOMUNIKASI INTERAKSIONAL
Model komunikasi
interaksional menekankan pada komunikasi yang berjalan dua arah. bila dalam
model linear komunikasi berjalan hanya sebatas komunikator mengirim pesan dan
komunikan yang menerima pesan. Namun dalam model komunikasi interaksional,
komunikator dan komunikan bisa mengirim dan menerima pesan. penekanan model
komunikasi yang melingkar memungkinkan suatu saat seseorang bisa mengirim pesan
dan disaat yang lain seseorang tersebut bisa menerima pesan dari orang lain.
Proses tersebut menunjukkan bahwa komunikasi akan selalu berlangsung. Namun
perlu diketahui jika seseorang menjadi pengirim pesan atau penerima pesan dalam
sebuah interaksi, bukan berarti seseorang bisa memainkan kedua peran tersebut
sekaligus.
Elemen
yang terpenting dalm komunikasi ini adalah adanya umpan balik (feedback) dari
lawan bicara
6.
MODEL KOMUNIKASI TRANSAKSIONAL
Model komunikasi
transaksional dikembangkan oleh Barnlund pada tahun 1970. Model ini menggarisbawahi pengiriman
dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus-menerus dalam sebuah episode
komunikasi. Komunikasi bersifat transaksional adalah proses kooperatif:
pengirim dan penerima sama-sama bertanggungjawab terhadap dampak dan
efektivitas komunikasi yang terjadi. Model
transaksional berasumsi bahwa saat kita terus-menerus mengirimkan dan menerima
pesan, kita berurusan baik dengan elemen verbal dan nonverbal. Dengan kata
lain, peserta komunikasi (komunikator) melalukan proses negosiasi makna
7.
Komunikasi interpersonal
Komunikasi interpersonal menunjuk kepada komunikasi dengan orang lain. Komunikasi jenis
ini dibagi lagi menjadi komunikasi
diadik, komunikasi publik, dan komunikasi
kelompok-kecil.
Komunikasi interpersonal termasuk:
Memiliki komunikasi interpersonal yang baik
mendukung proses-proses seperti:
Komunikasi interpersonal merupakan subyek dari
beberapa disiplin dalam bidang psikologi, terutama analisis
transaksional.


Comments
Post a Comment