BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
Ilmu
komunikasi bersifat dinamis dan akan terus berkembang karena semakin canggihnya
teknologi dan semakin banyaknya ilmu pengetahuan baru yang dihasikan oleh para
peneliti. Pada abad 21 ini, pendidikan harus ikut berkembang mengkuti perkembangan
zaman, mengikuti perubahan. Akan tetapi bukan berarti harus mengikuti arus
globalisasi dengan cuma-cuma tanpa mengkritisi era globaisasi tersebut. Perkembangan
ilmu komunikasi pun ditinjau dari segi manusianya, berhubungan dengan otak.
Bagaimana manusia itu berkomunikasi, menggunakan ilmu pengetahuannya dengan
baik dalam hal berkomunikasi.
1.2.Rumusan Masalah
1.
Bagaimana sejarah perkembangan ilmu
komunikasi?
2.
Bagaimanan proses perkembangan perilaku
biologi komunikasi?
3. Bagaimana hubungan antara perkembngan ilmu
komunikasi dan proses-proses pembelajaran?
4. Bagaimana pengaruh biologi kedokteran terhadap
perkembangan ilmu komunikasi?
1.3.Tujuan Penulisan
Agar
kita dapat memperoleh pemikiran baru, bahwa secara filosofis, semua ilmu pasti
mengalami perkembangan karena ilm bersifat dinamis, sesuai dengan manusia yang
mengembangkan ilmu tersebut, kita juga dapat mengetahui bagaimana cara
teknologi komunikasi mempengaruhi perkembangan perilaku biologi komunikasi,
keterkitannya dengan proses pembelajaran, dan pengaruh biologi kedokteran
terhadap perkembangan ilmu komunikasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Sejarah
dan Perkembangan Ilmu Komunikasi
Sejarah Ilmu Komunikasi
Ilmu komunikasi yang tengah
kita pelajari, tumbuh melalui tiga jalan: publisistik, jurnalistik dan
retorikka. Dua yang disebut terakhir berkembang di Amerika, sedangkan yang
pertama di Eropa, khususnya di Jerman.
·
Perkembangan
Ilmu Komunikasi di Amerika
Ilmu
komunikasi berkembang di Amerika Serikat melalui tahap-tahap journalism dan
mass communication. “ Ilmu komunikasi disana juga datang dari tahapain lain,
yakni “ speech communication”, lebih dikenal di Indoensia sebgai Retorika,
Pidato atau Public Speaking.
Ilmu komunikasi merupakan ilmu pengetahuan yang
tergolong muda. Sekalipun pada sisi yang lain, sejarah perkembangan ilmu
komunikasi sudah tua sejak masa Yunani dan baru dirumuskan dalam era modern
sebagai ilmu baru sejak dekade PD II.
Dewasa ini penelitian-penelitian komunikasi terus menerus dilakukan. Sejumlah jurnal ilmiah dalam bidang komunikasi terbit. Sejumlah karya ilmiah telah menjadi karya klasik dalam ilmu komunikasi seperti The People Choice, The Passing of Traditional Society, Mass Media and National Development, Personal Influence, Understanding Media, The Process and Effect of Communication, Public Opinion, dan sebagainya.
Demikian pula sejumlah figurnya seperti Paul F. Lazarfeld, Wilbur Schramm, Harold Lasswell, Walter Lippmann, Bernard Berelson, Carl Hovland, Elihu Katz, Daniel Leirner, David K. Berlo, Shannon, McComb, George G. Gebner, dan sebagainya telah dikenal sebagai tokoh-tokoh dalam kajian ilmu komunikasi
Dewasa ini penelitian-penelitian komunikasi terus menerus dilakukan. Sejumlah jurnal ilmiah dalam bidang komunikasi terbit. Sejumlah karya ilmiah telah menjadi karya klasik dalam ilmu komunikasi seperti The People Choice, The Passing of Traditional Society, Mass Media and National Development, Personal Influence, Understanding Media, The Process and Effect of Communication, Public Opinion, dan sebagainya.
Demikian pula sejumlah figurnya seperti Paul F. Lazarfeld, Wilbur Schramm, Harold Lasswell, Walter Lippmann, Bernard Berelson, Carl Hovland, Elihu Katz, Daniel Leirner, David K. Berlo, Shannon, McComb, George G. Gebner, dan sebagainya telah dikenal sebagai tokoh-tokoh dalam kajian ilmu komunikasi
2.2.Kronologi Perkembangan
Teori Komunikasi
Komunikasi
dipelajari sejak zaman kuno,dimulai dengan gambar-gambar yang ada di
gua.selanjutnya mulai berkembang dengan menggunakan bahasa serta upacara adat
atau religi yang di gunakan manusia purba . kali ini kita akan membahas
perkembangan komunikasi menjadi 4 :
1.Pasca perang dunia 1
Studi
tentang komunikasi baru di mulai hal tersebut berkembang sejalan degan
teknologi dan literasisecara pesat.Pada masi ini studi tentang progresifme dan
pragmatism adalah studi yang paling populer . Selain itu peneliti juga
mengamati sejauh mana opini publik dapat dipengaruhi media masa .Disiplin
sosiologi dan psikologi sosial menjadi landasan epistemologi studi ilmu
komunikasi pada masa itu .
2.Awal abab ke 20
Pada masa
ini banyak sekali riset yang dilakukan pada komunikasi di dunia pendidikan
seperti penggunaan radio pada proses pembelajaran . Selain itu terdapat diskusi kelompok (public speaking)dan mencencermati dampak
tipologi komunikasi pada ruang kelas .
3.Paruh awal abad ke 20
Pada masa
ini studi komunikasi banyak digunakan untuk kepentingan komersial seperti
priklannan. Bahkan pada dunia pendidikan sperti universitas , penelitian
digerakan perilaku bisnis yang ingin mengetahui komunikasi bagi kepentingan
pasar.
4.Pada perang dunia 2
Pada masa
ini , ilmu-ilmu sosial mendapatkan pengakuan sebagai disiplin ilmu yang
memiliki legitimasi Di masa fokus penelitian adalah persuasi dan pengambilan
keputusan. Dari sini lah ilmukomunikasi menjadi suatu disiplin ilmu yang sangat
penting . Meskipun demikian , pada maasa ini alur yang dipakai dalam pendekatan
masih dipengaruhi “amerika serikat”yang cenderung mempelajari komunikasi secara
kuantitatif sehingga menghasilkan keobjekvitasan , dan “eropa” dengan menekan
pendekatan historis ,kurtural,sehingga seperti dipengaruhi oleh marxisme.
2.3.Perkembangan Inti Teori
Komunikasi
A. Produksi
pesan
Elemen ini menjelaskan
kita menciptakan apa yang kita tulis, ucapkan dan eskperimen dengan orang lain
, lalu proses verbal apa yang terlihat di dalamnya , untuk apa dan dengan cara
apa pesan diproduksi untuk berinteraksi dengan orang lain. Bagaimana perbedaan
budaya mempengaruhi proses produksi pesan .Mekanisme budaya apa yang
mempengaruhi produksi psean (Little John,2002:15)
B. Interpretasi
dan penyampayain makna
Inti teori ini secara
umum menyoroti tentang bagaimana manusia memahami pesan dan juga bagaimana
pemaknaan muncul dalam interaksi dengan orang lain (Little John 2002:15).
Iterpretasi dan pemaknaan merupakan hal yang cukup penting mengingat
komunik,asi itu sendiri tergantung bagaimana pesan dapat dimengerti dan di
nilai (Little Jhon,2002:139)
C. Struktur
pesan
Pada bagian memberikan
pengertian bahwa inti teori elemen-elemen yang terkandung dalam pesan baik yang
tertulis, lisan maupun bentuk-bentuk nonverbal. Selain itu , struktur pesanjuga
menjelaskan bagaimana pesan itu digabung dan diatur sehingga mempunyai
maknatertentu (Little John,2002:15)
D. Dinamika
interaksi
Pada bagian ini
memberi penjelasan bahwa teori ini meliputi hubungan dan ketergantungan
diantara para komunikator dan kerja sama dalam perumusan wacana dan makna. Ini
mencakup proses memberi dan dan menerima , produksi dan pernerimaan diantara
peserta komunikasi , peserta itu individu maupun kelompok (Little Jhon:2002:15)
E. Dinamika
institusi dan masyarakat
Pada bagian ini
memberi pengertian bahwa teori inti dapat membantu kita memahami dinamika
institusi dan kemasyarakatan atau disebut juga cara bagaimana kekuasaan dan
pengaruh terdistribusi dalam masyarakat dan cara-cara bagaimana budaya
terbentuk serta interaksi antar segmen-segmen di dalam masyarakat (Little John
,2002:15)
2.4.Ilmu
Komunikasi di Indonesia
Sesungguhnya kajian di Tanah
Air dimulai dengan nama Publistik. Beberapa tokohhyang telah berjasa mamasukkan
Ilmu Komunikasi ke Indonesia dan kemudian mengembangkannya di Perguruan tinggi,
antara lain Drs. Marbangun Sundoro, Prof. Sujono Hadinoto, Adinegoro, dan Prof.
Dr. Mustopo. Pada tahun 1960-an deretan tokoh itu bertambah lagi dengan
datangnya dua pakar dalam bidang kajian itu, yaitu Prof. Dr. (Phil) Astrid S.
Susanto dari Jerman Barat (1964) dan Prof. Dr . M. Ahli Dahlam dari Amerika
Serikat (1967)
Nama ilmu komunikasi Massa
dan Ilmu Komunikasi baru mulai muncul dalam berbagai diskusi dan seminar awal
tahun 1970-an. Mula-mula muncul sebagai ilmu yang mencakup berbagai media
massa-publistik pers, publisistik radio, publisistik televisi, dan publisistik
film. Publisistik kemudian hadir menjadi nama satu-satunya fakultas di
Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Walaupun bertahan menjadi nama fakultas
selama hampir dua dasawarsa, sebagai mata kuliah, publisistik sudah lama
mengundurkan diri. Tempatnya diganti oleh ilmu komunikasi.
2.5.Perilaku
Biologi Komunikasi
Hasil
adopsi dan inovasi tentang teknologi komunikasi yang pernah dikemukakakan oleh
Everet M. Rogers menjadi bukti bahwa ilmu komunikasi akan berkembang semakin
luas. Implementasi adopsi sebagai salah satu bagiani ilmu sosial atau sains,
tetepi juga akan terus berlangsung, baik secara teoritis maupun konseptual.
Pendapat ini menjadi bukti bahwa ada interaksi yang intensif antara sains dan
teknologi. Keduannya saling mendukung untuk mencari solusi bagi penyelesaian
masalah kehidupan manusia. Menurut Zen, “Science
without technologu has no fruit technologu without science has not root”.
Sekali lagi, pernyataan ini menjadi bukti bahwa sains dan teknologi saling
membutuhkan. Sains tanpa teknologi seperti pohon tanpa buah. Sebaliknya,
teknologi tanpa sains seperti pohon tanpa akar.
Perkembangan
sebuah ilmu baru, termasuk dalam ilmu komunikasi, patut dikritisi secara tepat
berdasarkan sudut pandang keilmuan lainnya. Sebagai bagian dari ilmu sosial
yang berupaya menjelaskan cara manusia berkomunikasi secara intra maupun inter,
ilmu komunikasi terus mencarii bentuk atau model komunikasi yang efektif.
Pernyataan
Litle john tentang komunikasi yang dilakukan mausia itu, hemat kami, tertuju
pada orga vital manusia yang menjadi pengatur seluruh aktivitas:otak. Menurut kajian
ilmu biologi, analisis terhadap otak memerlukan ;andasan ilmu alam lainnya
seperti fisika dan matematika. Telaah ilmu komunikasi tentang pesan berdasarkan
asumsi bahwa analisis-fisika dapat dilakukan secara klasik dan logis-rasional.
Menurut fisika klasik, pesan informas dapat berupa “bentuk”. Sebaliknya,
tataran logiis, oesan-informasi itu berupa “isi”. Hasil analisis atas keduanya
akan mendukung penggunaaan teknologi informasi berikut cara pengemasan,
pengelolaan, dan penyebarannya bagi kepentingan komunikasi. Berkaitan dengan
analisis biologi-komunikasi, system dan teknologi komunkasi ini juga harus
didesain berdasarkan sistem kerja jaringan otak manusia. Secara biolois, otak
memilik kemampuan untuk menjadi dasar sehingga pesan-informasi pembelajaran
dapat diproses dan dipahami lebih lanjut.
Salah
satu akar komunikasi adalah biologi (ICA,2000-2002). Dalam hal ini, Nina w.
Syam berhasil mengembangkannya menjadi pohon komunikasi. Secara praktism
analisis biologi komunikasi ditujukan pada pola interaksi antarindividu,
termasuk interaksi antarorgan tubuh individu yang dikontrol otak. Di sisi lain,
kajian perilaku manusia ketika berkomunikasi juga dilandasi oleh teori
psikologi.
Salah
satu teori pembelajaran yang berbasis penerapan tekologi informasi dan komunikasi
adalah teori kognitif. Upaya pengelolaan infrmasi pemebelajran, khususnya
berkenaan dengan bahan ajar itu dikemas dalam instructional message design. Desain instruksional pesan ini berupa
bahan ajar yang dihasilkan melalui proses pengolahan atau perencanaan
pengelolahan pola tanda dan symbol bagi upaya pencapaian kondisi belajar yang
diharapkan.
Berdasarkan
teori komunikasi pembelajaran berbasis teknologi informasi, telaah tentang
proses komunikasi pembelajaran yang efektif itu akan dihadapkan pada media
komunikasi. Media yang dimaksud harus dikemas dan diperankan dalam bentuk
komputer personal(personal computer PC)
atau jaringan(intranet dan internet Websaite). Dalam hal ini, komunikasi
pembelajaran berbasis teknologi infornmasi memuat empat komponen pokok:manusia,
system jaringan, media, dan setting
komunikasi.
Perkembangan
media pendidikan, saat ini, tidak bisa dilepaskan dari kemajuan dan
perkembangan sains dan teknologi. Menurut Williams (1989), teknologi bary dapat
dianggap sebagai “perluasan media”. Masih menurut Williams, media berfungsi
sebagai perluasan indra-indra dasar dan cara kita berkomunikasi. Media baru,
biasanya, bukan merupakan system tersendiri, melainkan sebagai media memperluas
system yang sudah ada.
Inovasi
menuju revolusi pembelajaran harus dilakukan secara merata mulai dari tingkat
pendidikan dasar hingga pendidikan tinggim baik kelompok eksakta maupun sosial.
Semua jenjang dan bidang pendidikan harus menjadi proritas utama dalam rangka
melihat perubahan kualitas pendidikan dan pembelajaran. Salah satu indicator
keberhasilan pembelajran yang dapat dicapai melalui difusi inovasi terhadap
dunia teknologi informasi dan pendidikan, antara lain, tumbuhnya budaya belajar
yang cepat atau akselerasi pembelajaran.
2.6.Perkembangan
Ilmu Komunikasi dan Proses-Proses Pembelajaran
Pendidikan
sebagai Proses Komunikasi
·
Proes
Belajar Mengajar
Ditinjau dari prosesnya,
pendidikan adalah komunikasi dalam arti kata bahwa dalam proses tersebut
terlibat dua komponen yang terdiri atas manusia, yakni pengajar sebagai
komunikator dan pelajar sebagai komunikan.
Perbedaan antara komunikasi
dengan pendidikan terletak pada tujuannya atau efek yang diharapkan ditinjau
dari egek yang diharapkan itu, tujuan komunikasi sifatnya umum, sedangkan tujuan
pendidikan sifatnya khusus.
Tujuan pendidikan adalah khas
atau khusus, yakni meningkatkan pengetahuan seseorang mengenai suatu hal
sehingga ia menguasainya.
Pada umumnya pendidikan
berlangsung secara berencana di dalam kelas secara tatap muka. Karena
kelompoknya relative kecil, meskipun komunikasi antara pengajar dan pelajar
dalam ruang kelas itu termasuk komunikasi kelompok, sang oebgahar sewaktu-waktu
bisa mengubahnya menjadi komunikasi antarpersonal. Terjadilah komunikasi dua
arah atau dialog di mana si pelajar menjadi komunikan dan komunikator, demikian
pula sang pengajar.
Komunikasi dalam bentuk
diskusi dalam prses belajar-mengajar belrlangsung amat efektif, baik antara
pengajar dengan pelajar maupun di antara para pelajar sendiri sebab mekanismeya
memungkinkan si pelajar terbiasa mengemukakan pendapat secara argumentative dan
dapat mengkaji dirinya, apakah yang telah diketahuinya itu benar atau tidak.
Dengan lain perkataan, pentingnya komunikasi dalam bentuk diskusi pada proses
belajar-mengajar itu disebabkan oleh dua hal:
a.
Materi
yang didiskusikan meningkatkan intelektualitas,
b.
Komunikasi
dalam diskusi bersifat intracommunication
dan intercommunication.
Yang dimaksud dengan intracommunication
atau intrakomunikasi ialah komunikasi yang terjadi pada diri seseorang. Ia
berkomunikasi dengan dirinya sendiri sebagai persiapan untuk melakukan intracommunication denga orang lain.
Secara teoritis, pada waktu seorang pelajar
melakukan intracommunication terjadilah
proses yang terdiri atas tiga tahap :
1.
Persepsi
2.
Ideasi
3.
Transmisi
4.
Persepsi
Persepsi adalah penginderaan
terhadap suatu kesan yang timbul dalam lingkungannya. Penginderaan itu di
pengaruhi oleh pengalaman, kebiasaan, dan kebutuhan.
Ideasi adalah tahap kedua
dalam proses intracommunication.
Seorang pelajar dalam benaknya mengkonsepsi apa yang dipresepsinya. Ini berarti
bahwa dia mengadakan seleksi dari sekian banyak pengetahuan dan pengalamannya
yang pernah diperolehnya, mengadakan penataan dengan yang relevan dari hasil
persepsinya tadi, siap untuk ditransmisikan secara verbal kedalam diskusinya.
Jadi yang ditransmisikan
adalah hasil konsepsi karya penalaran sehingga apa yang dilontarkan dari
mulutnya adalah pernyataan yang mantap, meyakinkan sistematis, dan logis.
Dengan demikian, dalam proses intercommunication
berikutnya berkat intracommunication yang
selalu terlatih, ia akan mengalami keberhasilan.
2.7. Pengaruh
Biologi Kedokteran
Kedokteran
Memberikan penjelasan dari sudut sistem saraf dan komunikasi antarsel saraf
otak, dan penjelasan terjadinya perilaku biologi komunikasi berdasarkan bagian
spesifik otak seperti Fr, F, P, T, Occ, C, dan Prc, serta penjelasan mengenai
jalur-jalur proses komunikasi secara biologi berlangsung berdasarkan jenis
stimulus yang diterima. Disamping itu juga memberikan penjelasan fungsi belahan
otak kiri dan kanan yang akan memengaruhi memori-kreativitas- learning ,
khususnya yang berkaitan dengan pemecahan masalah.

BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Perkembangan ilmu komunikasi
tidak lepas dari sejarah ilmu komunikasi itu sendiri, dimlai dengan perang
dunia ke 1 hingga perang unia ke 2, ilmu komunkasi terus berkembang, hingga
saat ini pun, ilm komunikai masih saja terus berkembang ntuk mencapai suatu kesempurnaan
dalam segala hal yang berhubungan dengan komunikasi. Ilmu komunikasi
berhubungan dengan biologi, yaitu mengenai cara kerj otak dalam hal memproses
satu proses komunikasi dalam lingkungan belajar, lingkngan kehidupan. Ilmu
komunikasi yang tentunya ada dalam suatu proses pembelajaran, sesuai dengn
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. dalam ilmu komunikai yang
diterapkan dalam suau proses belajar, suatu proses kehidupan, akan dapat
memengaruhi suatu pola perilaku individu dalam berkomunikasi. Pada biologi
kedokteran pun behubungan dengan ilm komunikasi yaitu tentang suatu cara
manusia dalam hal memecahkan cuatu permasalahan yang dialami dalam proses
kehidupannya. Otak kanan da nota kiri manusia harus seimbang, agar terciptanya
suatu proses kehidupan yang lebih baik, menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Karena pada abad 21 ini, pekembangan suatu ilmu semakin pesat, karena ilmu
bersifat dinamis dan akan terus berkembang.
3.2.
Saran
Sebaiknya, dalam suatu ilmu
komnikasi harus ada landasan filosofis, agar dalam hal perkembangan suatu ilmu
komunikasi itu akan sesuai dengan yang diharapkan oleh semua kalangan. Ilmu
komunikasi yang dipelajari akan memengaruhi pola perilaku mansia dalam
menjalankan kehidupannya.
DAFTAR PUSTAKA
Darmawan, Deni. 2000. Biologi Komunikasi. Bandung : PT Remja
Rosdakarya.
Uchjana Effendy, Onong. 2011.
Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek.
Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Komala, Lukiati. 2009. Ilmu Komunikasi Perspektif Proses dan
Konteks. Bandung : Widya Padjadjaran.
Rohim, Syaiful. 2009. Teori Komunikasi Persepektif, Ragam, &
Aplikasi. Jakarta : Rineka Cipta.
Suparmo, Ludwig. 2011. Aspek Ilmu Komunikasi. Jakarta : PT
Indeks.
Comments
Post a Comment