Skip to main content

Landasan Bimbingan dan Konseling


A. Landasan Historis
Pada abad 20 belum ada konselor disekolah. Sejak adanya revolusi industri dan latar belakang siswa sekolah negeri, gerakan bimbingan dan konseling berkembang. perkembangan layanan di Amerika berkembang mulai dari perorangan hingga menjadi usaha pemerintah yang terus digalakkan
Di Indonesia, perkembangan layanan bimbingan ditandai dengan usaha perorangan dan usaha-usaha pemerintah. Secara kelembagaan dan yuridis formal, BK telah mantap diterapkan namun masih memiliki kekurangan yang harus dibenahi.
B. Landasan Filosofis
Makna dan fungsi filsafat dalam bimbingan dan konseling adalah suatu pelayanan bimbingan dan konseling meliputi kegiatan yang diharapkan, kegiatan yang mampu memberikan makna dan tujuan yang jelas sebagai sarana pemecahan masalah individu.
Landasan filosofis dalam bimbingan dan konseling disini menurut saya adalah suatu acuan bagaimana cara melakukan bimbingan maupun konseling secara benar dan jelas menurut kaidah-kaidah tertentu yang mengacu pada asas-asas bimbingan dan konseling.
Prinsip landasan filosofis dalam bimbingan menurut John. J. Pietrofesa et.al (1980:30-31) yaitu :
1. Objective Viewing : Pemberian bantuan konselor secara khusus 
2. The Conselor must have the best interest of the client at heart : kepuasan atau tercapainya suatu tujuan/pemecahan masalah.
C. Landasan Sosial Budaya
Perkembangan dan penerapan bimbingan dan konseling di sekolah juga tidak terlepas dari pengaruh sosial budaya masyarakat. Karena cikal bakal permasalahan individu dapat berpengaruh juga pada keadaan sosialnya. Pada dasarnya individu atau peserta didik dipersiapkan untuk menjadi anggota masyarakat.
Faktor sosial budaya yang menimbulkan kebutuhan akan bimbingan diantaranya :
1. Perubahan kontelasi keluarga, maksudnya adalah tidak berfungsinya peran keluarga terhadap individu atau peserta didik sebagai makhluk yang memiliki moral dan etika yang diharapkan
2. Perkembangan pendidikan, maksudnya adalah adanya perbedaan latar belakang setiap peserta didik 
3. Dunia kerja, maksudnya adalah adanya perbedaan keterampilan yang dimiliki oleh seorang pekerja, kemajuan teknologi, informasi, dan industri, serta peningkatan jumlah pekerja dari berbagai usia.
4. Perkembangan kota metropolitan, maksudnya adalah adanya pertumbuhan penduduk yang pesat melalui urbanisasi.
5. Perkembangan komunikasi, maksudnya adalah banyaknya cara untuk berkomunikasi baik langsung dan tidak langsung
6. Seksisme, maksudnya adalah adanya pemisahan gender/ pemisahan hak kekuasaan.
7. Kesehatan mental, maksudnya adalah banyaknya manusia yang gangguan jiwa.
8. Perkembangan teknologi, maksudnya adalah Sumber daya manusia yang terkalahkan oleh teknologi yang canggih
9. Kondisi moral dan keagamaan, maksudnya adalah penilaian dan pemilihan agama didasarkan atas kesenangan saja.
10. Kondisi sosial ekonomi, maksudnya adalah adanya kesenjangan antara masyarakat kelas bawah dan kelas atas
D. Landasan religius
Agama merupakan pedoman hidup bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat kelak.
Dalam landasan religius bimbingan dan konseling diperlukan penekanan pada 3 hal pokok , yaitu 
1. Keyakinan bahwa manusia dan seluruh alam adalah makhluk tuhan 
2. Sikap yang mendorong perkembangan dan perkehidupan manusia berjalan kearah dan sesuai dengan kaidah-kaidah agama, dan 
3. Upaya yang memungkinkan berkembang dan dimanfaatkannya secara optimal suasana dan perangkat budaya serta kemasyarakatan yang sesuai dengan kaidah-kaidah agama.
 Menurut saya landasan religius atau agama dalam bimbingan dan konseling sangatlah penting, karena jika tidak memperhatikan landasan ini dalam melakukan bimbingan atau konseling maka apa saja yang dilakukan akan melenceng dari nilai-nilai agama dan ini sangat fatal jika tidak diperhatikan. 
E. Landasan Psikologis
Sebagai seorang konselor haruslah memahami aspek-aspek psikologi, karena dengan memahami aspek psikologi konselor mampu memahami keadaan jiwa ataupun tingkah laku seorang clien. Sebagai seorang konselor harus memberikan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan bijaksana dalam upaya menangani/memfasilitasi individu untuk mengembangkan potensinya ataupun dapat memecahkan masalah-masalah dalam diri individu. Ada beberapa aspek psikologi dan faktor-faktor yang penting dalam bimbingan dan konseling diantaranya :
a. Motif 
Suatu kekuatan dalam diri individu yang melahirkan, memelihara dan mengarahkan perilaku kepada suatu tujuan tertentu.
b. Konflik dan Frustasi
Konflik adalah suatu keadaan yang dialami saat individu menghadapi beberapa motif yang saling bertentangan sehingga menimbulkan suatu pertentangan batin dalam diri, kebimbangan dan keragu-raguan akan motif mana yang harus diambil.
Frustasi adalah suatu bentuk kekecewaan dalam diri individu yang disebabkan oleh tidak tercapainya suatu keinginan 
c. Sikap
Sikap adalah kesiapan seseorang untuk bertindak terhadap hal-hal tertentu
d. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan individu
1. Hereditas (Keturunan)
2. Lingkungan (Environment)
e. Masalah perkembangan individu
Kegagalan dalam perkembangan ini dapat menyebabkan perilaku menyimpang atau situasi kehidupan yang tidak bahagia.
f. Masalah perbedaan individu
Setiap individu intinya berbeda-beda dan tidak ada yang sama ditinjau dari beberapa hal, diantaranya : kecerdasan, minat, bakat, motivasi dan lain-lain.
g. Masalah kebutuhan individu
Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kebutuhannya yang sifatnya mendasar.
h. Masalah belajar
Seorang konselor dalam mengatasi belajar siswa harus dilakukan  beberapa hal diantaranya :
1. Mengidentifikasi kasus
2. Mengidentifikasi letaknya masalah
3. Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar
4. Mengambil kesimpulan dan keputusan penyembuhannya
5. Pemberian layanan bantuan sesuai sesuai kesimpulan dan keputusan.
i. Kecerdasan majemuk
Menurut Gardner manusia mempunyai delapan intelegensi, yaitu : linguistik, logika, matematika, visual ruang, kinestika tubuh, musikal, inter personal, intra personal dan natural.
j. Masalah penyesuaian diri dan kesehatan mental
Jika individu tidak bisa menyesuaikan diri dalam lingkungan yang di tempatinya biasanya muncul tingkah laku yang kurang wajar atau kelainan tingkah laku seperti, egosentrisme, sikap menipu diri sendiri, sikap mencela, hingga sikap lari dari kenyataan.
k. Keerdasan emosional dan spiritual
Keberhasilan seseorang itu tidak hanya diukur oleh kecerdasan intelektualnya saja akan tetapi diukur dari tingginya intelektual dan kemantapan emosionalnya. 
l. Kreativitas
Kreativitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk membuat sesuatu yang baru atau kemampuan untuk memberikan pemecahan masalah.
m. Stress dan pengelolaannya
Stres dapat diartikan sebagai keadaaan yang tidak stabil antara keadaan fisik dan psikis yang berupa perasaan yang tidak enak, tidak nyaman, atau tertekan  terhadap tuntutan yang dihadapi.

Comments

Popular posts from this blog

Konsep Model Desain Pembelajaran versi IDI (Intructional Development Institute)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini pembelajaran tidak hanya berbicara pada aspek terjadinya proses belajar mengajar tetapi sudah berbicara pada sarana pendukung terjadinya proses tersebut dan bagaimana mencapai tujuan pembelajaran yang sudah dirancang. Model pembelajaran merupakan salah satu alat atau cara yang dapat diterapkan dalam proses pemeblajaran agar menunjang terjadinya proses belajar mengajar dan tercapainya tujuan pembelajaran, model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada strategi, metode atau prosedur pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai 4 ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode pembelajaran : Rasional teoritis yang logis yang disusun oleh pendidik, tujuan pembelajaran yang akan dicapai, langkah-langkah mengajar yang diperlukan agar model pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal dan lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai. Desain pembelajaran dapat dimaknai dari b...

Model Pendidikan dan Pelatihan Dick and Carey

BAB I  PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah  Definisi teknologi tidak sempit, tidak semata-mata sebagai suatu barang elektronik yang canggih, namun, teknologi pun memiliki definisi sebagai cara dan sumber. Seiring dengan berkembangnya teknologi dalam segi alat, tak ubahnya teknologi dalam segi cara dan proses pun mengalami perkembangan, termasuk mengenai desain pembelajaran. Berkenaan dengan mata kuliah Desain Program Pendidikan dan Pelatihan ini, dalam pelaksanaannya pun menggunakan beberapa desain pembelajaran. Sebelum melaksanakan proses pembelajaran, setiap komponen harus memahami apa tujuan yang hendak dicapai dan langkah-langkah seperti apa yang dapat membantu mencapai tujuan tersebut. Khususnya untuk tim pengembang desain maupun dari instruktur, guru, fasilitator, atau apapun sebutannya harus memahami desain pembelajaran seperti apa yang akan digunakan kemudian. Dalam kesempatan ini, pembahasan makalah berikut akan mengungkap mengenai Model Dick and Carey, sala...

Konsep Desain Model Pelathan Briggs

PENDAHULUAN A. Latar Belakang  Program pendidikan dan pelatihan merupakan program penting yang keberadaannya seharusnya dapat diupayakan dengan baik sehingga dapat menghasilkan peserta diklat yang berkualitas pula. Banyak sekali upaya yang dapat dilakukan dengan meningkatkan dari berbagai hal. Untuk dapat membantu dalam meningkatkan kualitas program diklat tersebut, maka muncul lah beberapa model-model program pendidikan dan pelatihan dari para ahli dengan berbagai kelebihan dan kekurangan serta karakteristik yang berbeda-beda. Model-model pembelajaran ini dihasilkan dari pemikiran para ahli yang telah meneliti dan mencoba untuk menerapkan model-model ini. Saah satu model yang dikembangkan para ahli tersebut adalah model Briggs. Model Briggs adalah seperangkat prosedur yang berurutan untuk mewujudkan suatu proses, seperti penilaian kebutuhan, pemilihan media dan evaluasi (Briggs, 1978: 23). Model ini lebih ditekankan pada pendidik, pelatih ataupun widyaiswara sebagai pe...