Hasil adopsi dan inovasi tentang teknologi
komunikasi yang pernah dikemukakakan oleh Everet M. Rogers menjadi bukti bahwa
ilmu komunikasi akan berkembang semakin luas. Implementasi adopsi sebagai salah
satu bagiani ilmu sosial atau sains, tetepi juga akan terus berlangsung, baik
secara teoritis maupun konseptual. Pendapat ini menjadi bukti bahwa ada
interaksi yang intensif antara sains dan teknologi. Keduannya saling mendukung
untuk mencari solusi bagi penyelesaian masalah kehidupan manusia. Menurut Zen, “Science without technologu has no fruit
technologu without science has not root”. Sekali lagi, pernyataan ini menjadi
bukti bahwa sains dan teknologi saling membutuhkan. Sains tanpa teknologi
seperti pohon tanpa buah. Sebaliknya, teknologi tanpa sains seperti pohon tanpa
akar.
Perkembangan sebuah ilmu baru, termasuk dalam
ilmu komunikasi, patut dikritisi secara tepat berdasarkan sudut pandang
keilmuan lainnya. Sebagai bagian dari ilmu sosial yang berupaya menjelaskan
cara manusia berkomunikasi secara intra maupun inter, ilmu komunikasi terus
mencarii bentuk atau model komunikasi yang efektif.
Pernyataan Litle john tentang komunikasi yang
dilakukan mausia itu, hemat kami, tertuju pada orga vital manusia yang menjadi
pengatur seluruh aktivitas:otak. Menurut kajian ilmu biologi, analisis terhadap
otak memerlukan ;andasan ilmu alam lainnya seperti fisika dan matematika.
Telaah ilmu komunikasi tentang pesan berdasarkan asumsi bahwa analisis-fisika
dapat dilakukan secara klasik dan logis-rasional. Menurut fisika klasik, pesan
informas dapat berupa “bentuk”. Sebaliknya, tataran logiis, oesan-informasi itu
berupa “isi”. Hasil analisis atas keduanya akan mendukung penggunaaan teknologi
informasi berikut cara pengemasan, pengelolaan, dan penyebarannya bagi
kepentingan komunikasi. Berkaitan dengan analisis biologi-komunikasi, system
dan teknologi komunkasi ini juga harus didesain berdasarkan system kerja
jaringan otak manusia. Secara biolois, otak memilik kemampuan untuk menjadi
dasar sehingga pesan-informasi pembelajaran dapat diproses dan dipahami lebih
lanjut.
Salah satu akar komunikasi adalah biologi
(ICA,2000-2002). Dalam hal ini, Nina w. Syam berhasil mengembangkannya menjadi
pohon komunikasi. Secara praktism analisis biologi komunikasi ditujukan pada
pola interaksi antarindividu, termasuk interaksi antarorgan tubuh individu yang
dikontrol otak. Di sisi lain, kajian perilaku manusia ketika berkomunikasi juga
dilandasi oleh teori psikologi.
Salah satu teori pembelajaran yang berbasis
penerapan tekologi informasi dan komunikasi adalah teori kognitif.
Upaya pengelolaan infrmasi pemebelajran,
khususnya berkenaan dengan bahan ajar itu dikemas dalam instructional message design. Desain instruksional pesan ini berupa
bahan ajar yang dihasilkan melalui proses pengolahan atau perencanaan
pengelolahan pola tanda dan symbol bagi upaya pencapaian kondisi belajar yang
diharapkan.
Berdasarkan teori komunikasi pembelajaran
berbasis teknologi informasi, telaah tentang proses komunikasi pembelajran yang
efektif itu akan dihadapkan pada media komunikasi. Media yang dimaksud harus
dikemas dan diperankan dalam bentuk komputer personal(personal computer PC) atau jaringan(intranet dan internet Websaite). Dalam
hal ini, komunikasi pembelajaran berbasis teknologi infornmasi memuat empat
komponen pokok:manusia, system jaringan, media, dan setting komunikasi.
Perkembangan media pendidikan, saat ini, tidak
bisa dilepaskan dari kemajuan dan perkembangan sains dan teknologi. Menurut
Williams (1989), teknologi bary dapat dianggap sebagai “perluasan media”. Masih
menurut Williams, media berfungsi sebagai perluasan indra-indra dasar dan cara
kita berkomunikasi. Media baru, biasanya, bukan merupakan system tersendiri,
melainkan sebagai media memperluas system yang sudah ada.
Inovasi menuju revolusi pembelajaran harus
dilakukan secara merata mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga pendidikan
tinggim baik kelompok eksakta maupun sosial. Semua jenjang dan bidang
pendidikan harus menjadi proritas utama dalam rangka melihat perubahan kualitas
pendidikan dan pembelajaran. Salah satu indicator keberhasilan pembelajran yang
dapat dicapai melalui difusi inovasi terhadap dunia teknologi informasi dan
pendidikan, antara lain, tumbuhnya budaya belajar yang cepat atau akselerasi
pembelajaran.
Comments
Post a Comment