Skip to main content

Analasis Media dan Bahan Ajar untuk Pelatihan

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan dapat meningkatkan kinerja seorang peserta, baik dalam penanganan pekerjaan yang ada pada saat ini maupun pekerjaan yang ada pada masa yang akan datang sesuai dengan bidang tugas yang di emban dalam organisasi. Disamping itu, harus dibekali dengan pengalaman, yang memiliki peranan besar dalam menyelesaikan masalah maupun kendala yang dialami peserta dalam menjalankan roda organisasi agar dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam rangka pencapaian tujuan organisasi ataupun sebuah instansi.
Kegiatan pelatihan merupakan proses peningkatan kompetensi agar mampu menghasilkan kinerja yang optimal melalui transfer pengetahuan, sikap dan keterampilan tertentu agar memenuhi syarat dan cakap dalam melaksanakan pekerjaannya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penyusun dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana konsep media dan bahan ajar?
2. Bagaimana konsep pelatihan?
3. Bagaimana pengembangan media dan bahan ajar pelatihan?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan diatas, maka tujuan penyusunan makalah ini sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui konsep media dan bahan ajar
2. Untuk mengetahui konsep pelatihan
3. Untuk mengetahui pengembangan media dan bahan ajar




BAB II
PEMBAHASAN
A. KONSEP MEDIA
1. Pengertian Media
Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan. Kata media berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti "perantara" atau "pengantar", yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver). Jadi, dalam pengertian yang lain, media adalah alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan darikomunikator kepada khalayak. Banyak ahli dan juga organisasi yang memberikan batasan mengenai pengertian media. Beberapa diantaranya adalah  sebagai berikut: 
a. Menurut Syaiful Bahri Djamarah: Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan.
b. Menurut Schram: Media adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
c. Menurut National Education Asociation (NEA): Media adalah saranakomunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual, termasuk teknologi perangkat kerasnya.
d. Menurut Briggs: Media adalah alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar.
e. Asociation of Education Comunication Technology (AECT): Media adalah segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran pesan.
f. Menurut Gagne: Media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
g. Menurut Miarso: Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk belajar.
2. Jenis-jenis media
Jenis-jenis media secara umum dapat dibagi menjadi: 
a. Media Visual: media visual adalah media yang bisa dilihat, dibaca dan diraba. Media ini mengandalkan indra penglihatan dan peraba. Berbagai jenis media ini sangat mudah untuk didapatkan. Contoh media yang sangat banyak dan mudah untuk didapatkan maupun dibuat sendiri. Contoh: media foto, gambar, komik, gambar tempel, poster, majalah, buku, miniatur, alat peraga dan sebagainya.
b. Media Audio: media audio adalah media yang bisa didengar saja, menggunakan indra telinga sebagai salurannya. Contohnya: suara, musik dan lagu, alat musik, siaran radio dan kaset suara atau CD dan sebagainya.
c. Media Audio Visual: media audio visual adalah media yang bisa didengar dan dilihat secara bersamaan. Media ini menggerakkan indra pendengaran dan penglihatan secara bersamaan. Contohnya: media drama, pementasan, film, televisi dan media yang sekarang menjamur, yaitu VCD. Internet termasuk dalam bentuk media audio visual, tetapi lebih lengkap dan menyatukan semua jenis format media, disebut Multimedia karena berbagai format ada dalam internet.
3. Tujuan dan Manfaat Media Pembelajaran
Tujuan media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran, adalah sebagai berikut :
a. Mempermudah proses pembelajaran di kelas
b. Meningkatkan efisiensi proses pembelajaran
c. Menjaga relevansi antara materi pelajaran dengan tujuan belajar
d. Membantu konsentrasi pembelajar dalam proses pembelajar
4. Manfaat Media Pembelajaran
Manfaat media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut :
a. Pengajaran lebih menarik perhatian pembelajar sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar
b. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih di pahami pembelajar, serta memungkinkan pembelajar menguasai tujuan pengajaran dengan baik
c. Metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-semata hanya komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata lisan pengajar, pembelajar tidak bosan, dan pengajar tidak kehabisan tenaga.
d. Pembelajar lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan penjelasa dari pengajar saja, tetapi juga aktivitas lain yang dilakukan seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lainya
B. KONSEP BAHAN AJAR
Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks tertulis maupun tidak tertulis yang tersusun secara sistematis, digunakan untuk membantu tenaga pendidik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar. Berikut merupakan bentuk-bentuk bahan ajar yang biasa digunakan dalam program pelatihan:
1. Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart
2. Audio Visual seperti: video/film,VCD
3. Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH
4. Visual: foto, gambar, model/maket.
5. Multi Media: CD interaktif, computer Based, Internet
Cakupan bahan ajar sendiri merupakan penentuan cakupana atau ruang lingkup, keluasan dan  kedalaman materi pembelajaran didasarkan pada aspek kognitif, sikap, dan keterampilan. Hal itu mernbawa konsekuensi pada strategi/metode dan media pembelajaran yang berbeda-beda. Keluasan materi menggarnbarkan banyak materi yang diberikan dalam pembelajaran, sedangkan kedalaman materi menyangkut detail konsep-konsep yang terkandung di dalamnya yang harus dikuasai peserta didik. Kecukupan (adequacy) materi artinya cakupan materi memadai untuk mernbantu tercapainya penguasaan kompetensi dasar yang telah ditentukan. Cakupan materi diperlukan agar dapat diketahui apakah materi bahan ajar terlalu banyak atau terlalu sedikit, terlalu dangkal atau terlalu mendalam.



C. KONSEP PELATIHAN
1. Pengertian Pelatihan
Pelatihan menurut Mangkuprawira adalah “sebuah proses mengajarkan pengetahuan dan keahlian tertentu serta sikap agar peserta semakin terampil dan mampu melaksanakan tanggung jawab dengan semakin baik, sesuai dengan standar”. Pelatihan sering dianggap sebagai aktivitas yang paling umum dan para pimpinan mendukung adanya pelatihan karena melalui pelatihan para peserta akan menjadi lebih trampil dan karenanya akan lebih produktif sekalipun manfaat - manfaat tersebut harus diperhitungkan dengan waktu yang tersita ketika pekerja sedang dilatih.
Pengertian pelatihan secara sederhana didefinisikan oleh Chrisogonus D. Pramudyo sebagai “Proses pembelajaran yang dirancang untuk mengubah kinerja orang dalam melakukan pekerjaannya”
2. Tujuan Pelatihan
Menurut Panggabean tujuan dilakukannya program pelatihan dibagi menjadi dua yaitu untuk kepentingan peserta dan untuk kepentingan instansi.
Kepentingan peserta :  
a. Memberikan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan peserta  
b. Meningkatkan moral peserta. Dengan keterampilan dan keahlian yang sesuai maka mereka akan antusias untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.
c. Memperbaiki kinerja. Program pelatihan dan pengembangan dapat meminimalkan ketidakpuasan peserta dalam melaksanakan pekerjaannya. 
d. Membantu peserta dalam menghadapi perubahan-perubahan, baik perubahan struktur organisasi, teknologi maupun sumber daya manusianya.
e. Peningkatan karier peserta. Peluang ini menjadi besar karena keterampilan dan keahlian mendukung untuk bekerja lebih baik.  
f. Meningkatkan jumlah balas jasa yang dapat diterima peserta.
Kepentingan instansi :  
a. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan perencanaan sumber daya manusia.
b. Penghematan
c. Mengurangi tingkat kerusakan dan kecelakaan
d. Memperkuat komitmen peserta.
3. Jenis-Jenis Metode Pelatihan
Menurut Panggabean ada berbagai metode yang dapat digunakan untuk pelatihan dan pengembangan dan pada dasarnya dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok yaitu on the job training dan off the job training.
a. On the job training (latihan sambil bekerja) 
On the job training  meliputi semua upaya melatih peserta untuk mempelajari suatu pekerjaan sambil mengerjakannya di tempat kerja yang sesungguhnya.  On the job training, meliputi beberapa program yaitu:
1) Program magang
2) Rotasi 
3) Coaching
b. Off the job training (latihan di luar jam bekerja)
Pelatihan dan pengembangan dilaksanakan pada lokasi terpisah dengan tempat kerja. Ada beberapa jenis metode pelatihan Off the job training, yaitu:  
1) Pelatihan instruksi pekerjaan
Pendaftaran masing-masing tugas dasar jabatan, bersama dengan titik-titik kunci untuk memberikan pelatihan langkah demi langkah kepada peserta.  
2) Pembelajaran terprogram
Suatu program sistematik untuk mengajarkan keterampilan mencakup penyajian pertanyaan atau fakta, memungkinkan orang itu untuk memberikan tanggapan dan memberikan peserta belajar umpan balik segera tentang kecermatan jawabannya.   
3) Simulasi
Merupakan pelatihan yang dilakukan dalam suatu ruangan khusus terpisah dari tempat kerja biasa dan disediakan peralatan yang sama seperti yag akan digunakan pada pekerjaan sebenarnya.  
4) Studi kasus
Dalam metode ini disajikan kepada penyaji masalah-masalah instansi secara tertulis kemudian penyaji menganalisis kasus tersebut secara pribadi, mendiagnosis masalah dan menyampaikan penemuan dan pemecahannya  di dalam sebuah diskusi.  
5) Seminar
Metode seminar ini bertujuan mengembangkan keahlian kecakapan peserta untuk menilai dan memberikan saran-saran yang konstruktif mengenai pendapat orang lain.
D. KONSEP PENGEMBANGAN MEDIA dan BAHAN AJAR
1. Mengembangkan Media
Dalam usaha menggunakan media dalam proses belajar mengajar, menurut Yusufhadi Miarso (2004:461), perlu diberikan sejumlah pedoman umum sebagai berikut :
a. Tidak ada suatu media yang terbaik untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Masing-masing jenis media mempunyai kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu pemanfaatan kombinasi dua atau lebih media akan lebih mampu membantu ercapainyaa tujuan pembelajaran.
b. Penggunaan media harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Dengan demikian pemanfaatan media harus menjadi bagian integral dari penyajian pelajaran.
c. Penggunaan media harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan.
d. Penggunaan media harus disesuaikan dengan bentuk kegiatan belajar mengajar yang akan dilaksanakan seperti belajar secara klasikal, belajar dalam kelompok kecil, belajar secara individual, atau belajar mandiri.
e. Penggunaan media harus disertai persiapan yang cukup seperti preview media yang dipakai, mempersiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan di ruang kelas  sebelum pelajaran dimulai dan sebelum peserta masuk. Dengan cara ini pemanfaatan media diharapkan tidak akan mengganggu kelancaran proses belajar mengajar dan mengurangi waktu belajar.
f. Peserta didik perlu disiapkan sebelum media pembelajaran digunakan, agar mereka dapat mengarahkan perhatian pada hal-hal yang penting selama penyajian dengan media berlangsung.
g. Penggunaan media harus diusahkan agar senantiasa melibatkan partisifasi aktif peserta.
2. Alasan Praktis Pemilihan Media
Alasan praktis berkaitan dengan pertimbangan - pertimbangan dan alasan si pengguna seperti guru, dosen, instruktur mengapa menggunakan media dalam pembelajaran. Terdapat beberapa penyebab orang memilih media, antara lain dijelaskan oleh Arif Sadiman (1996:84) sebagai berikut :
a. Demonstration.
Dalam hal ini media dapat digunakan sebagai alat untuk mendemonstrasikan sebuah konsep, alat, objek, kegunaan, cara mengoperasikan dan lain- lain. Media berfungsi sebagai alat peraga pembelajaran, misalnya seorang dosen sedang menerangkan teknik mengoperasikan Overhead Projector (OHP), pada saat menjelaskannya menggunakan alat peraga berupa OHP, dengan cara mendemonstrasikan dosen tersebut menjelaskan, menunjukkan dan memperlihatkan cara-cara mengoperasikan OHP.
b. Familiarity.
Pengguna media pembelajaran memiliki alasan pribadi mengapa ia menggunakan media, yaitu karena sudah terbiasa menggunakan media tersebut, merasa sudah menguasai media tersebut, jika menggunakan media lain belum tentu bisa dan untuk mempelajarinya membutuhkan waktu, tenaga dan biaya, sehingga secara terus menerus ia menggunakan media yang sama. 
c. Clarity
Alasan ketiga ini mengapa guru menggunakan media adalah untuk lebih memperjelas pesan pembelajaran dan memberikan penjelasan yang lebih konkrit. Pada praktek pembelajaran, masih banyak guru tidak menggunakan atau tanpa media, metode yang digunakan dengan ceramah (ekspository).
d. Active Learning
Media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukan oleh guru. Salah satu aspek yang harus diupayakan oleh guru dalam pembelajaran adalah siswa harus berperan secara aktif baik secara fisik, mental, dan emosional. Lebih jauh Briggs menyatakan media adalah “alat untuk memberi perangsang bagi peserta didik supaya terjadi proses belajar. Sedangkan mengenai efektifitas media, Brown (1970) menggaris bawahi bahwa media yang digunakan guru atau siswa dengan baik dapat mempengaruhi efektifitas program belajar mengajar.
3. Mengembangkan bahan ajar
Bahan ajar yang akan kita buat harus disesuaikan dengan kemampuan lembaga, keterampilan pembuatnya, serta teknologi yang diterapkan. Kondisi tersebut dapat dikenali melalui bentuk bahan ajar dalam hal ini lebih bersifat produk, sedangkan jenisnya disesuaikan dengan tujuan aktifrtas pembelajarannya. Prinsip-prinsip dalam penyusunan materi pembelajaran atau bahan ajar meliputi: 
a. Relevansi artinya keterkaitan, yaitu ada kaitan atau hubungan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Misal jika kompetensi yang harus dikuasai adalah menghafal, maka materi penrbelajaran yang diajarkan harus berupa fakta atau bahan hafalan.
b. Konsistensi artinya keajegan, bahwa materi pembelajaran yang diajarkan secara kuantitatif harus sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasi. Misal kompetensi dasar yang harus dikuasai adalah pengoperasian tambah, kurang, kali, bagi, maka materi pembelajaran yang harus diajarkan meliputi teknik penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
c. Kecukupan artinya memadai dam mernbantu mencapai penguasaan kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit (kurang membantu) atau terlalu banyak (waktu tidak efektif).
Kriteria pokok pemilihan bahan ajar atau materi pembelajaran adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar. Artinya bahwa materi pernbelajaran yang dipilih untuk diajarkan harus berisi materi yang menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Secara garis besar langkah-langkah pemilihan bahan ajar meliputi: 
a. Identifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang menjadi acuan
b. Identifikasi jenis-jenis materi bahan ajar
c. Memilih bahan ajar ymtg sesuai atau relevan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar
d. Memilih sumber bahan ajar.


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan materi yang diuraikan diatas maka kesimpulannya sebagai berikut :
1. Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan. Kata media berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti "perantara" atau "pengantar"
2. Jenis-jenis media dibagi menjadi tiga yaitu media visual, media audio dan media audio visual.
3. Tujuan media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran, yaitu mempermudah proses pembelajaran di kelas, meningkatkan efisiensi proses pembelajaran, menjaga relevansi antara materi pelajaran dengan tujuan belajar dan membantu konsentrasi pembelajar dalam proses pembelajaran
4. Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks tertulis maupun tidak tertulis yang tersusun secara sistematis, digunakan untuk membantu tenaga pendidik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar.
5. Pelatihan menurut Mangkuprawira adalah “sebuah proses mengajarkan pengetahuan dan keahlian tertentu serta sikap agar peserta semakin terampil dan mampu melaksanakan tanggung jawab dengan semakin baik, sesuai dengan standar”.
6. Terdapat beberapa penyebab orang memilih media, antara lain dijelaskan oleh Arif Sadiman (1996:84) sebagai berikut : Demonstration, Familiarity, Clarity dan Active Learning
B. Saran

Comments

Popular posts from this blog

Konsep Model Desain Pembelajaran versi IDI (Intructional Development Institute)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini pembelajaran tidak hanya berbicara pada aspek terjadinya proses belajar mengajar tetapi sudah berbicara pada sarana pendukung terjadinya proses tersebut dan bagaimana mencapai tujuan pembelajaran yang sudah dirancang. Model pembelajaran merupakan salah satu alat atau cara yang dapat diterapkan dalam proses pemeblajaran agar menunjang terjadinya proses belajar mengajar dan tercapainya tujuan pembelajaran, model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada strategi, metode atau prosedur pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai 4 ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode pembelajaran : Rasional teoritis yang logis yang disusun oleh pendidik, tujuan pembelajaran yang akan dicapai, langkah-langkah mengajar yang diperlukan agar model pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal dan lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai. Desain pembelajaran dapat dimaknai dari b...

Model Pendidikan dan Pelatihan Dick and Carey

BAB I  PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah  Definisi teknologi tidak sempit, tidak semata-mata sebagai suatu barang elektronik yang canggih, namun, teknologi pun memiliki definisi sebagai cara dan sumber. Seiring dengan berkembangnya teknologi dalam segi alat, tak ubahnya teknologi dalam segi cara dan proses pun mengalami perkembangan, termasuk mengenai desain pembelajaran. Berkenaan dengan mata kuliah Desain Program Pendidikan dan Pelatihan ini, dalam pelaksanaannya pun menggunakan beberapa desain pembelajaran. Sebelum melaksanakan proses pembelajaran, setiap komponen harus memahami apa tujuan yang hendak dicapai dan langkah-langkah seperti apa yang dapat membantu mencapai tujuan tersebut. Khususnya untuk tim pengembang desain maupun dari instruktur, guru, fasilitator, atau apapun sebutannya harus memahami desain pembelajaran seperti apa yang akan digunakan kemudian. Dalam kesempatan ini, pembahasan makalah berikut akan mengungkap mengenai Model Dick and Carey, sala...

Perkembangan Definisi Teknologi Pendidikan Tiap Tahun

1. Definisi awal Teknologi Pendidikan (1920),  teknologi pendidikan dipandang sebagai media, media ini sebagai media pembelajaran visual yang berupa film, gambar, dan tampilan media ini menampilkan suatu mata pelajaran. 2. Definisi (AECT) 1963. “Komunikasi audio-visual adalah cabang dari teori dan praktek pendidikan yang terutama berkepentingan dengan mendesain, dan menggunakan pesan guna mengendalikan proses belajar” 3. Definisi Commission Instruction Technology (CIT) 1970 “Dalam pengertian yang lebih umum, teknologi pembelajaran diartikan sebagai media yang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran disamping guru, buku teks, dan papan tulis. Bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah televisi, film,OHP, computer dan bagan perangkat keras maupun lunak lainnya.” 4. Definisi Silber 1970 “ Teknologi Pembelajaran adalah pengembangan (riset, desain, produksi, evaluasi, dukungan pasokan, pemanfaatan) komponen s...