|
Aliran
|
Tokoh-tokoh
|
Hal yang diukur
|
Dasar pemikiran
|
|
Behavioral
|
John B. Watson Ivan
PavlovB. F. Skinner
|
Efek lingkungan terhadap perilaku yang tampak pada
manusia dan binatang
|
Hanya mengamati kejadian-kejadian (hubungan stimulus-respon)
yang bisa dipelajar secara ilmiah.
|
|
Psikoanalitis
|
Sigmund Freud Carl
JungAlfred Adler
|
Perilaku berasal
dari proses yang tidak disadari
|
Motif yang tidak
disadari dan kepribadian dan gangguan mental pada masa kanak-kanak
|
|
Humanistik
|
Carl Roger Abraham Maslow
|
Keunikan pengalaman manusia
|
Manusia itu bebas,
rasional dengan perkembangan pribadi, dan sangat berbeda dengan binatang.
|
|
Kognitif
|
Jean PiagetNoam Chomsky Herbert Simon
|
Pikiran, proses-proses mental
|
Perilaku manusia tidak dapat dipahami secara
keseluruhan tanpa mengetahui bagaimana ia memperoleh, menyimpan dan memproses
informasi.
|
|
Biologis
|
James OldsRoger Sperry
|
Ilmu psikologi
berbasis pada perilaku manusia dan binatang
|
Fungsi-fungsi
organisme bisa dijelaskan dalam hubungan pada struktur tubuh dan proses
biokimia yang mendasari perilaku
|
KONSEP-KONSEP DASAR PSIKOLOGI KOGNITIF
Psikologi kognitif adalah
kajian studi ilmiah mengenai proses-proses mental atau pikiran. Proses ini
meliputi bagaimana informasi diperoleh, dipresentasikan dan ditransfermasikan
sebagai pengetahuan. Pengetahuan itu dimunculkan kembali sebagai petunjuk dalam
sikap dan perilaku manusia. Oleh karena itu, psikologi kognitif juga disebut
psikologi pemrosesan informasi.
Peran
Psikologi Kognitif
Di dalam dunia psikologi,
mempelajari psikologi kognitif sangat diperlukan, karena :
- Kognisi adalah proses mental atau pikiran yang
berperan penting dan mendasar bagi studi-studi psikologi manusia.
- Pandangan psikologi kognitif banyak mempengarui
bidang-bidang psikologi yang lain. Misalnya pendekatan kofnitif banyak
digunakan di dalam psikologi konseling, psikologi konsumen dan lain-lain.
- Melalui prinsiprinsip kognisi, seseorang dapat
mengelola informasi secara efisien dan terorganisasikan dengan baik.
Faktor-Faktor Pendorong
Berkembangnya Psikologi Informasi
Beberapa faktor pendorong
berkembangnya psokologi informasi antara lain :
- Penurunan popularitas psikologi behaviorisme karena
psikologi tidak dapat menerangkan tingkah laku manusia secara komplek
- Perkembangan konsep tentang kemampuan berbahasa yang
dimiliki manusia.
- Munculnya teori perkembangan kognitif dari Jean Piaget (ahli psikologi dari Swiss).
Piaget mengemukakan beberapa hukum-hukum tentang kognitif, yaitu :
- Setiap orang punya aspek kognitif, yang terdiri
dari aspek-aspek struktural intelektual.
- Perkembangan kognitif adalah hasil interaksi dari
kematangan organisme dan pengaruh lingkungan.
- Proses kognitif itu meliputi aspek persepsi,
ingatan, pikiran, simbol-simbol, penalaran dan pemecahan persoalan.
- Dalam psikologi kognitif, bahasa menjadi salah atu
objek yang penting, karena merupakan perwujudan sikap kognitif.
- Sisi-sisi kognitif dipengaruhi oleh lingkungan dan
biologis
Aspek
kognitif
- Kematangan →
Semakin bertambahnya usia, maka semakin bijaksana seseorang.
- Pengalaman →
hasil interaksi dengan orang lain.
- Transmisi sosial → hubungan sosial dan komunikasi
yang sesuai dengan lingkungan.
- Equilibrasi →
perpaduan dari pengalaman dan proses transmisi sosial.
Ada 2 sistem yang mengatur
kognitif
- Skema → antar sistem yang terpadu dan tergabung
- Adaptasi, terdiri dari asimilasi dan akomodasi.
- Asimilasi terjadi pada objek yang meliputi biologis
(refleksi, keterbatasan kemampuan dll) dan kognitif (menggabungkan sesuatu yang sudah diperoleh)
- Akomodasi terjadi pada subjek
4. Mengandung perkembangan
pendekatan pemrosesan informasi, pendekatan ini bersal dari ilmu komunikasi dan
komputer.
KONSEP-KONSEP
DASAR PSIKOLOGI KOGNITIF BERKAITAN DENGAN INFORMASI
Ada dua konsep dasar psikologi
kognitif, yaitu kognisi dan pendekatan kognitif.
A.
Kognisi
Dalam istilah kognisi, maka psikologi kognitif dipandang sebagai cabang
psikologi yang mempelajari proses-proses mental atau aktivitas pikiran manusia,
misalnya proses-proses persepsi, ingatan, bahasa, penalaran dan pemecahan
masalah.
Contoh-contoh yang berkaitan dengan informasi :
- Proses-Proses persepsi
Ada seorang karyawan baru yang
bekerja di suatu perusahaan yang tingkat profesionalismenya kurang. Di situ,
baik karyawan yang rajin maupun yang malas mendapat gaji yang sama. Setelah
lama beradaptasi di kantor itu, karyawan beru tersebut memiliki persepsi bahwa
dia tidak perlu bekerja dengan sungguh-sungguh karena tidak akan berpengaruh pada
gajinya.
- Ingatan
Kemampuan mengingat informasi
dari membaca tentunya akan lebih lama dari hanya sekedar mendengar. Karena
dengan membaca, pikiran / otak kita akan bekerja lebih keras untuk memahami dan
menyimpan informasi tersebut. Sedangkan dengan mendengar, kita hanya
mengandalkan telinga, asalkan kita hafal. Bahkan kadang-kadang tanpa pemahaman.
- Bahasa
Informasi akan lebih mudah
kita pahami dan kita mengerti, apabila bahasa yang digunakan sesuai dengan
bahasa kita, maka informasi itu akan lebih maksimal kita gunakan. Karena otak /
pikiran kita mampu mencerna inti informasi tersebut.
- Penalaran
Seseorang yang memiliki
penalaran secara baik akan dapat memperoleh informasi yang berkaitan dengan
masalah tersebut, tidak hanya dari satu sisi saja. Tapi dapat diperoleh dari
bagian lain, karena suatu masalah biasanya yang hanya memiliki indikasi.
- Persoalan
Sikap dan perilaku manusia
dapat mencerminkan masalah yang sedang dihadapi. Sikap dan perilaku ini,
apabila digabungkan dengan informasi yang sudah ada, maka dapat menciptakan
suatu solusi.
B.
Pendekatan Kognisi
Sebagai suatu pendekatan maka psikologi kognitif dapat dipandang sebagai
cara tertentu di dalam mendekati berbagai fenomena psikologi manusia. Konsep
ini menekankan pada peran-peran persepsi, pengetahuan, ingatan, dan
proses-proses berpikir bagi perilaku manusia.
Contoh yang berkaitan dengan informasi
- Peran-Peran persepsi
Orang yang berpersepsi /
berpikir bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda, dia akan selalu berusaha
untuk mencoba lagi, walaupun dia ridak tahu kapan dia akan berhasil. Karena
dipikirannya semakin dia mencoba, semakin banyak informasi yang didapat, maka
tingkat kesalahan dapat diminimalisir / dihindari. Hal ini menjadikannya
sebagai pribadi yang sabar dan ulet.
- Pengetahuan
Orang yang banyak pengetahuan,
biasanya lebih mengerti dan dapat mengelola informasi dengan cepat, karena dia
tahu bagaimana cara mendapatkan informasi yang cepat, tepat, murah dan efisien.
- Proses-Proses Berpikir
Jenjang pendidikan, lingkungan
sekitar serta cara hidup mempengaruhi proses-proses dan pola berpikir kita.
Orang yang berpendidikan tinggi, hidup di lingkungan berpendidikan dan cara
hidup yang modern, biasanya akan mencari suatu informasi dengan cara yang
berbasis teknologi yang lebih cepat dan praktis. Ini karena mereka telah
dibentuk menjadi pribadi yang modern dengan cara berpikir yang cepat.
Comments
Post a Comment